Terapkan Strategi Jemput Bola, NTB Targetkan Vaksinasi bagi 10.000 Ibu Hamil

Wagub hadir pada acara Deklarasi Vaksinasi Bagi Ibu Hamil di RSUD Awet Muda, Narmada, Lombok Barat (Lobar), Selasa, 7 September 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, vaksinasi bagi ibu hamil aman diberikan untuk melindungi ibu dan bayi dari virus Covid-19.Hal itu disampaikan Wagub saat hadir dalam acara Deklarasi Vaksinasi Bagi Ibu Hamil di RSUD Awet Muda, Narmada, Lombok Barat (Lobar), Selasa, 7 September 2021. Target NTB, 10.000  ibu hamil segera divaksin.

‘’Jangan khawatir, vaksin tidak membahayakan untuk ibu hamil. Syaratnya, ibu yang bisa divaksin untuk kehamilan di atas 13 minggu,’’ ujar Rohmi.

Iklan

Vaksinasi bagi ibu hamil dimulai dari Lobar. Kemarin, di RSUD Awet Muda, sebanyak 86 ibu hamil mengikuti vaksinasi dari dua kecamatan di Lobar. Target NTB, 10.000 ibu hamil,  5000 diantaranya akan mendapatkan vaksinasi dalam dua minggu. Dikatakan Wagub, selain ketersediaan vaksin yang sangat mencukupi, strategi jemput bola akan dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksin.

Bupati Lobar, H Fauzan Halid yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, masyarakat terus didorong untuk proaktif mendatangi layanan kesehatan untuk divaksinasi. ‘’Sebenarnya masyarakat kita bukan tidak mau divaksin. Namun ada kecenderungan mereka enggan datang ke tempat-tempat layanan vaksinasi.Karena itu, strateginya vaksinasi akan dilakukan di Puskesmas atau kantor desa setempat, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,’’ ujar Fauzan.

Seperti diketahui bahwa pasokan vaksin Covid-19 untuk NTB mulai lancar. Data Dinas Kesehatan NTB, dari 1.423.480 dosis vaksin yang diterima NTB, sebanyak 1.041.664 dosis yang telah digunakan di seluruh NTB.

Sisanya, sebanyak 381.816 dosis vaksin belum digunakan.Untuk itu, Pemprov NTB meminta Pemda Kabupaten/Kota untuk mempercepat vaksinasi, terutama untuk suntikan dosis kedua.

‘’Vaksinasi kedua diyakinkan.Supaya jangan focus ke vaksinasi pertama saja.Tapi yang kedua ini jangan sampai lewat dari batas waktunya,’’ujar Wagub.

Ia mengatakan, droping vaksin dari Pemerintah Pusat mulai lancar. Sekarang, kata Wagub, tinggal mendorong Pemda Kabupaten/Kota untuk mempercepat penyerapannya.

‘’Sekarang penyerapan kabupaten/kota harus kita dorong supaya cepat.Begitu datang langsung diserap. Jangan sampai berlama-lama,’’ tegas Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB ini.

Sebanyak 381.816 dosis vaksin yang belum digunakan di NTB berdasarkan data pada 28 Agustus 2021.Dengan rincian, 227.278 dosis belum digunakan di kabupaten/kota dan 154.538 dosis di gudang.

Vaksin yang berada di gudang Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, terdiri dari Sinovac 153.030 dosis, Astrazeneca 80 dosis, dan Moderna 1.428 dosis.

Sebanyak 1.423.480 dosis vaksin Covid-19 yang diterima NTB, terdiri dari Sinovac 1.230.340 dosis, Astrazeneca 37.680 dosis, Moderna 152.460 dosis dan Sinopham 3.000 dosis. (rak)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional