Terapi Tradisional Ikut Semarakkan Pameran MTQ

Mataram (suarantb.com) – Semarak pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) diramaikan dengan adanya pameran yang berpusat di Islamic Centre. Namun, MTQ tidak hanya berisi stan pameran dari berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah unit usaha kecil seperti terapi pengobatan tradisional juga membuka lapak di tempat tersebut.

Andri Tri Yudi, salah seorang terapis asal Madura mengatakan bahwa stan di area pameran hanya dibuka pada malam hari. Sementara di siang hari ia dan rekannya membuka lapak keliling di sekitar area Islamic Centre.

Iklan

Andri mengungkapkan bahwa ia mengikuti pameran MTQN berangkat dari Jawa Timur dengan biaya sendiri. “Kita biasanya juga buka di Jakarta kalau ada acara-acara besar. Sekarang karena ada MTQ di Mataram, kita kesini dengan biaya sendiri,” ungkapnya kepada suarantb.com, Selasa, 2 Agustus 2016.

Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam terapi pengobatan tradisional merupakan buatan sendiri. Terutama alat bekam yang terbuat dari tanduk sapi dan minyak urut. Alat bekam modern yang biasa dijual di toko-toko, digunakkan pula dalam terapinya.

“Untuk bekam kita lebih tonjolkan penggunaan tanduk sapi dengan teknik pemanasan. Bisa juga menggunakan gelas, tapi karena teknik kita tradisional, kita gunakan tanduk. Itu lebih bagus manfaatnya, juga kalau dibawa kemana-mana tidak mudah pecah,” terangnya.

Ia mengakui bahwa dalam sehari terapinya mendapat sekitar delapan hingga sepuluh orang pelanggan. Dengan biaya sebesar Rp 50 ribu untuk pelayanan terapi lengkap hingga urut, sesuai dengan keluhan pelanggan. Namun jika memerlukan obat-obatan, maka Andri menjual obat-obatannya dengan harga berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Tergantung harga dari obat tradisional yang dibutuhkan pasien, kita jual hingga seratus ribu. Tapi kalau hanya terapi, lima puluh ribu itu kita kasih lengkap,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam acara MTQN yang dihadirinya di Lombok, ia tidak merasa rugi, karena terapinya tersebut cukup banyak diminati para pengunjung pameran.

“Karena terapi tradisional ini banyak diminati masyarakat. Alhamdulillah, di stan pameran kita banyak pengunjung,” ungkapnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here