Terancam Tak Tuntas Akhir Januari, Target Vaksinasi Nakes di Kota Mataram dan Lobar

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Sumber : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Target vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar) terancam tak tuntas akhir Januari ini. Karena adanya pembatasan jumlah Nakes yang divaksinasi setiap hari sesuai dengan sistem yang dibuat Pemerintah Pusat.

‘’Permasalahan yang ada adalah non teknis medis, lebih ke arah sistem. Sistem ini dia membatasi jumlah orang yang divaksin setiap harinya. Sehingga kalau sistem itu tidak diubah, maka target (vaksinasi) Nakes di  Lombok Barat dan Kota Mataram selesai di bulan Januari tidak tercapai,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 19 Januari 2021.

Iklan

Eka memberikan contoh, seperti RSUD Kota Mataram, di dalam sistem, Nakes yang boleh divaksin hanya 20 orang sehari. Kemudian RSUD NTB hanya boleh 45 orang sehari dan RSUD Tripat Lobar hanya 20 orang sehari. Selanjutnya, Puskesmas hanya boleh 15 – 20 orang sehari.

‘’Kalau kita 10.000 orang Nakes  yang divaksin, dengan hanya segitu yang divaksin. Target Januari tidak bisa selesai,’’ katanya.

Sehingga kata Eka, dalam rapat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ditetapkan sistem  dibuka. Sehingga jumlah yang divaksinasi bisa ditingkatkan. Dengan demikian, jumlah yang akan divaksin sampai akhir Januari diharapkan sesuai target.

‘’Sekarang, posisinya baru 5 persen Nakes  selama vaksinasi lima hari ini. Target kita dari awal, Kota Mataram dan Lombok Barat, Januari sudah selesai vaksinasi untuk Nakes. Februari, baru masuk ke kabupaten/kota lainnya,’’ tuturnya.

Dengan dibukanya sistem yang ada, maka mulai Kamis mendatang, kata Eka, vaksinasi untuk Nakes di Kota Mataram dan Lobar akan bisa ditingkatkan. Di mana, untuk RSUD Kota Mataram 100 orang sehari, RSUD NTB 145 orang sehari, RSUD Tripat 50 orang sehari dan Puskesmas antara 30  – 40 orang sehari.

‘’Kalau yang sekarang, RSUD Kota Mataram hanya bisa 20 orang sehari. Masuk berikutnya, ditolak oleh sistem. Ini yang terjadi selama ini,’’ terangnya.

Eka menjelaskan, sistem yang ada sekarang sebenarnya sudah bagus. Tetapi Nakes harus  mendaftar dulu kemudian dari pusat dikirim SMS blast. SMS blast  mengatakan anda calon penerima vaksin.

‘’Kita membalas SMS blast itu dengan mengisi data-data yang dikirim. Setelah data kita kirim, diterima oleh sistem. Maka langsung keluar tiket dengan barcode. Tiket dan barcode yang dipakai mendaftar saat vaksinasi,’’ terangnya.

Selain menggunakan sistem ini, juga akan dilakukan secara manual.  Selama nama Nakes ada dalam data dasar, dia bisa divaksinasi di tempat bekerja. ‘’Nanti dimasukkan manual dulu. Nanti ada petugas yang memasukkan ke sistem, baru bisa keluar sertifikat vaksinasinya,’’ jelasnya.

Untuk vaksinasi Nakes di kabupaten/kota lainnya di NTB, akan digunakan dua sistem ini. Karena sudah banyak Nakes yang punya jadwal divaksinasi sesuai sistem yang ada sampai tanggal 31 Januari.

‘’Tetapi yang belum mendapatkan tiket vaksinasi, mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi di tempat kerjanya. Dilakukan pendataan manual, kemudian dimasukkan ke sistem. Sistem tetap kita pakai, tetapi untuk percepatan vaksinasi, kita pakai tambahan sistem manual,’’ tandas Eka. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional