Terancam Abrasi, Warga Tanam Mangrove di Pantai Semuduk

Anggota TNI bersama warga menanam pohon mangrove di kawasan Pantai Semuduk Desa Mertak, Jumat, 27 November 2020. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kawasan Pantai Semunduk Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Jumat, 27 November 2020, ditanami pohon mangrove oleh jajaran TNI Kodim 1620/Loteng bersama warga. Penanaman pohon mangrove ini sebagai upaya mencegah abrasi yang kini mengancam kawasan pantai tersebut. Total ada sekitar 9 hektare kawasan pantai yang ditanami pohon mangrove.

“Pohon mangrove memiliki fungsi tempat penyimpanan air dan untuk mengurangi polusi pencemaran udara. Sekaligus mencegah terjadinya abrasi pantai. Sehingga penting untuk dijaga dan dipelihara,” sebut Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP.

Sebagai sebuah ekosistem, hutan mangrove dapat membawa keanekaragaman hayati dan menjadi sumber penghidupan bagi berbagai macam jenis binatang laut. Seperti ikan, kepiting dan lainnya serta sangat penting untuk menyokong kehidupan serta sumber oksigen, sehingga bisa memberikan keseimbangan bagi kehidupan ekosistem laut dikawasan tersebut. yang pada akhirnya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat atau nelayan sekitar.

Danramil 1620-02/Pujut Kapten Cba Abdul Hamid, menambahkan masyarakat dan TNI tergerak untuk menanam mangrove, karena melihat kondisi kawasan Pantai Semuduk yang sudah mulai kritis. Potensi abrasi pantai yang paling terlihat, sehingga pihaknya bersama masyarakat bersepakat untuk menghijaukan kembali kawasan pantai tersebut dengan menanam pohon mangrove.

“Nantinya kawasan mangrove ini tidak hanya bisa berfungsi untuk kawasan konservasi. Tetapi bisa  juga sebagai kawasan penelitian dan pendidikan serta wisata. Terutama yang terkait dengan ekosistem aneka biota laut,” terangnya. (kir)