Tenis Meja Batal Dipertandingkan, Pelatih Kecewa

Ilustrasi tenis meja. (Sumber foto: needpix)

Mataram (Suara NTB) – Pelatih cabang olahraga tenis meja  NTB, Feri Supendi mengaku sangat sedih dan kecewa  bila cabang olahraga tenis meja batal dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. Ia sedih karena sebanyak 10 atlet NTB  batal tampil di  pesta puncak multi event olahraga nasional itu

“Kita sudah meloloskan 10 atlet di PON. Saya sedih banget kalau tenis meja batal dipertandingkan di PON,” ucap Feri Supendi kepada Suara NTB di Mataram, Kamis, 27 Februari 2020.

Iklan

Pernyataan ini dilontarkan Feri ketika dimintai tanggapan Suara NTB terkait 10 cabor yang dipastikan batal dipertandingkan di PON/2020. Satu dari 10 cabor yang batal dipertandingkan di PON  itu adalah cabang olahraga tenis meja.

Dikatakan Feri, dicoretnya tenis meja di PON XX /2020  tak hanya membuat dirinya kecewa. Namun, pengurus cabor dan sepuluh atlet tenis meja NTB  yang lolos PON/2020 bakal kecewa.  Sebab pengurus cabor sudah mengeluarkan anggaran relatif besar untuk mempersiapkan atlet serta meloloskan atlet mengikuti PON XX/2020.

“Lebih dari Rp 200 juta uang yang kami keluarkan untuk mempersiapkan atlet, sampai meloloskan 10  atlet mengikuti PON,” jelasnya. Tak hanya menanggung kerugian materi, namun tenis meja juga merasa sedih karena upaya mereka meloloskan 10 atlet di PON, justru tak bisa tampil di PON.

Diakuinya, pengurus tenis meja sangat bangga bisa loloskan atlet di PON, karena  lolosnya 10 atlet NTB di PON 2020 merupakan sejarah. Maklum untuk pertama kalinya tenis meja dapat meloloskan atlet di PON  2020 setelah sukses  meraih peringkat 10 besar di Pra-PON  2019.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa 10 cabor yang sempat dipertandingkan di PON 2020 dibatalkan oleh tuna rumah PON. Sebab tuan rumah PON tidak siap melaksanakan pertandingan 10 cabor tersebut, diantaranya tenis meja, dansa, balap sepeda, gateball dan lainnya. (fan)