Tender Proyek Gerbang dan Monumen Diawasi Ketat

Mataram (Suara NTB) – Proyek pembangunan gerbang dan monumen Mataram Metro di Lingkar Selatan masih tahap tender. Unit Layanan Pengadaan (ULP) melakukan verifikasi dan evaluasi dokumen penawaran rekanan. Agar menghindari kecurangan sistem pengadaan atau tender, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) turut mengawasi dengan cukup ketat.

Pembangunan gerbang dan monumen tersebut dianggarkan masing – masing Rp 2 miliar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang memiliki paket pekerjaan sejak akhir September lalu menyerahkan dokumen agar segera ditender. Paket pekerjaan ini pun masih proses lelang. Dan, rekanan ditarget mengerjakan dua bulan kalender tuntas.

Iklan

Dua proyek senilai Rp 4 miliar pertama kali dilakukan peletakan batu pertama akhir Agustus lalu oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Namun setelah itu tidak ada pekerjaan konstruksi.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura juga memiliki kekhawatiran terhadap lelang proyek itu. Kekhawatiran tersebut jangan sampai ditender ulang, sehingga dimungkinkan batalnya proyek senilai Rp 4 miliar tersebut.

Oleh karena itu, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) turut mengawasi. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kecurangan pada tender. “TP4D tetap mendampingi,” ucapnya pekan kemarin.

Dua item pekerjaan ini masih proses tender. Rekanan sudah memasukkan dokumen penawaran dan panitia ULP sedang melakukan evaluasi. Mahmuddin berharap, tidak ada sanggahan dalam proses tender. Akan tetapi, ia meyakini pendampingan oleh TP4D bisa memperlancar proses. “Kalau prosesnya bagus dirasa tidak ada masalah,” tuturnya.

Monumen dan gerbang proses penyempurnaan di tahun 2018 ini ditargetkan tuntas selama dua bulan. Anggaran Rp 4 miliar hanya untuk mengerjakan bagian pondasi saja. Jika tidak terjadi halangan, bisa selesai akhir Desember. “Insya Allah, mudah – mudahan dua bulan selesai,” harapnya. (cem)