Tender Proyek Berpotensi Molor, Pemprov ‘’Deadline’’ Seluruh OPD Tayangkan RUP hingga Akhir Maret

Sadimin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Biro Pengadaan Barang Jasa (PBJ) memberikan deadline atau tenggat waktu kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menayangkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) sampai akhir Maret ini. Seharusnya, sesuai Instruksi Gubernur tentang percepatan pelaksanaan anggaran 2021, penayangan RUP, paling telat akhir Januari lalu.

Kepala Biro PBJ Setda NTB, Sadimin, S.T., M.T., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 5 Maret 2021 mengatakan, pihaknya sudah memanggil seluruh OPD untuk percepatan penayangan RUP. ‘’Mudah-mudahan pertengahan Maret selesai semua RUP ditayangkan. Kemarin semua OPD kita dorong supaya minggu kedua Maret ini selesai. Tapi paling lambat akhir Maret harus selesai,’’ katanya.

Iklan

Akibat belum ditayangkannya RUP tersebut, Biro PBJ belum mengetahui jumlah total paket kegiatan atau proyek tahun 2021 ini, baik yang akan ditender maupun penunjukan langsung. Dengan memanggil seluruh OPD diharapkan mereka segera menayangkan RUP 2021.

‘’RUP agar segera diumumkan. Karena itu bentuk sosialisasi kepada masyarakat,’’ terangnya.

Sadimin mengatakan, keterlambatan dalam menyelesaikan RUP tersebut akibat adanya rasionalisasi dan refocusing anggaran. Sehingga, OPD belum berani mengeksekusinya.

Namun, dengan tuntasnya rasionalisasi anggaran tahap pertama sekitar Rp146 miliar. OPD sudah mulai ada yang menyerahkan dokumen tender ke Biro PBJ.

Ketika ditanya apakah keterlambatan penayangan RUP akan berpengaruh terhadap molornya proses tender? Sadimin mengatakan, sesuai Instruksi Gubernur, untuk paket proyek konstruksi yang sudah ada perencanannya, penyerahan dokumen lelang paling telat Maret. Namun, untuk paket proyek yang pelaksanaan perencanaan dan konstruksinya dilaksanakan dalam tahun anggaran yang sama, maka dokumen lelang paling telat Juni mendatang. ‘’Mudah-mudahan bisa masih dikejar oleh teman-teman OPD,’’ harapnya.

Sadimin menyebutkan, saat ini proyek yang sudah diajukan tender masih minim dengan pagu sekitar Rp60 miliar. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov NTB, pertengahan Februari 2021, baru ada tujuh paket proyek yang sedang tender. Tujuh paket proyek tersebut adalah belanja sewa peralatan dan mesin bulan Fenruari dengan pagu Rp1,4 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Kawinda Toi – Piong (DAK) dengan pagu Rp34,7 miliar, pemeliharaan berkala jalan simpang Penujak – Tanaq Awu dan Penujak – Montong Ajan dengan pagu Rp10,6 miliar.

Selanjutnya, pengawasan teknis pemeliharaan berkala jalan simpang Penujak – Tanaq Awu dan Penujak – Montong Ajan dengan pagu Rp536,1 juta. Kemudian, pengawasan teknis peningkatan Jalan Kawinda Toi – Piong (DAK) dengan pagu Rp592,8 juta. Selain itu, penyusunan perencanaan teknis jalan NTB dengan pagu Rp500 juta dan survei jalan dan jembatan dengan pagu Rp1,1 miliar. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional