Tenaga Kesehatan Reaktif Covid-19, Puskesmas Kotaraja Ditutup

Permakluman tertulis yang ditempel di pintu gerbang Puskesmas Kotaraja, kecamatan Sikur, yang diperintahkan bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy untuk menutup pelayanannya, menyusul reaktifnya hasil pemeriksaan tes cepat kesehatan tenaga kesehatan di Puskesmas ini, Jumat, 1 Mei 2020 . Pelayanan terhadap pasien selanjutnya dipindahkan sementara ke Puskesmas tetangga.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) semakin mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya 4 tenaga medis dinyatakan reaktif. Dari hasil tes cepat yang dilakukan, beberapa tenaga medis di Puskesmas Kotaraja, Kecamatan Sikur kembali dinyatakan reaktif. Menyikapi hal ini, Pemkab Lotim menutup sementara pelayanan di Puskesmas setempat, Jumat, 1 Mei 2020 pagi.

Penutupan Puskesmas ini dibenarkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP. Dikatakannya bahwa selama proses penutupan, akan dimanfaatkan untuk sterilisasi. Untuk proses penutupan sementara Puskesmas Kotaraja rencananya akan dilakukan selama 14 hari dengan proses penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy.,MM, Minggu pagi. “Info penutupan Puskesmas Kotaraja benar, setelah adanya hasil reaktif beberapa Nakes kita,” terang Opik,sapaan akrabnya.

Iklan

Sekda Lotim ini menjelaskan, meskipun seseorang sudah dinyatakan reaktif, belum tentu yang bersangkutan atau tenaga kesehatan itu dinyatakan positif ataupun negatif Covid-19.  Ukuran dinyatakan seseorang positif hanya berdasarkan hasil swab. Untuk itu, ia berharap kondisi tenaga kesehatan secara umum baik-baik saja dan hasil swab nantinya dinyatakan negatif Covid-19. “Kita juga minta masyarakat tetap tenang,” pesannya.

Terkait adanya tambahan pasien yang reaktif ini, lanjutnya, Pemda Lotim melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lotim tengah menyiapkan ruang isolasi di RSUD Labuhan Haji. Sementara sebagian pasien yang reaktif dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di RSUD dr. R. Soedjono Selong dan di Rusunawa Kayangan.  “Sementara menunggu kesiapan RSUD Labuhan Haji. Saat ini pasien reaktif kita rawat di RSUD Selong dan Rusunawa,” terangnya.

Berdasarkan perkembangan data kasus Covid-19 di Kabupaten Lotim, untuk jumlah terkonfirmasi positif, 29 orang, 11 dinyatakan sembuh dan 18 masih dirawat. Untuk pasien PDP sebanyak 138 orang, 46 orang selesai dalam pengawasan dan 92 orang masih dalam pengawasan baik yang dirawat di RSUD Selong maupun di Rusunawa Kayangan.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M. Kes, membenarkan adanya 6 orang tenaga medis di Puskesmas Kotaraja yang reaktif dari hasil tes cepat yang dilakukan terhadap tenaga medis. Selain itu, beberapa anggota keluara dari tenaga kesehatan tersebut juga reaktif sehingga total yang reaktif sebanyak 13 orang.

Sementara, diketahui dari hasil rapat tim Covid -19 dan Pemerintah Desa, Kecamatan Sikur, penutupan  Pukesmas Kotaraja selama 14  hari terhitung sejak hari ini, (kemarin, red). Apabila ada warga atau masyarakat yang sakit bisa dibawa ke Pukesmas Montong Gading, Puskesmas Sikur dan Puskesmas Lendang Nangka. Disamping itu, dilakukan pula penutupan aksen jalan Kotaraja berlaku nanti sore pada pukul 16.00-22.00 yaitu dari jalur Desa Loyok arah Kotaraja, jalur Desa  Montong Gading arah Kotaraja dan jalan Desa Gelora arah Kotaraja dan Desa Tetebatu Selatan. Selanjutnya Desa Kembang Kuning, Desa Tetebatu, Desa Jeruk Manis akan berlaku portal pada jam yang sama. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional