Tenaga Honorer Lotim Jadi Peserta BPJamsostek

Kepala BPJamsostek Lotim Akbar Ismail menyerahkan secara simbolis kartu Kepesertaan BPJamsostek kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lotim Zaidar Rahman, Senin, 25 Januari 2021.(Suara NTB/rus) 

Selong (Suara NTB) – Tenaga honorer yang memillki resiko kerja tinggi di Lombok Timur (Lotim) akhirnya didaftarkan menjadi peserta asuransi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Meski masih belum menyentuh semua honorer, tapi pemda Lotim dinilai sudah mulai memperhatikan masa depan para tenaga non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut.

Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Akbar Ismail kepada Suara NTB, Senin, 25 Januari 2021 mengatakan, pemda Lotim sudah mulai memperhatikan para honorernya. Saat ini yang sudah didaftarkan dan dibayarkan honorer di lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sebanyak 313 honorer di LHK ini resmi menjadi peserta BPJamsostek. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya katanya menyusul dalam waktu dekat.

Iklan

Infomasinya semua anggaran untuk para honorer dengan resiko tinggi ini sudah siap didaftarkan. Rencana pekan depan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yag dicatat jumlahnya 27 orang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) sebanyak 120 orang, Satuan Polisi Pamong Praa (Satpol PP) sebanyak 394 orang.

Semua honorer tersebut dibayarkan dengan standar upah minimum terendah nasional, Rp1,8 juta. Sehingga dihitung nilai iuran bulanannya Rp 9.800 per orang.  “Kebijakannnya kan tidak boleh di bawah UMP terendah nasional,” sebutnya. Kalau situasi normal, maka bisa ditingkatkan lagi.

BPJamsostek terus mendorong agar memasukkan seluruh honorer di Lotim ini menjadi peserta. Jumlah yang terdaftar ini diakui masih sangat kecil dari total honorer di Lotim. Seperti tenaga guru honor, tenaga kesehatan honor juga bisa diikutkan menjadi peserta.

Terpisah, Kepala DLHK Lotim, Zaidar Rahman saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah mulai memasukkan seluruh hohorernya menjadi peserta BPJamsostek. Secara simbolis, kartu kepesertaan diserahkan Senin kemarin. Sebagai bentuk perlindungan kepada honorer yang melakukan kerja beresiko.

Honorer di LHK ini diakui memiliki resiko besar. Menebang pohon, bersih gorong-gorong, membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ijobalit. Dipastikan semua honorer sudah masuk daftarnya. “Kita sangat bersyukur pemerintah memberikan perhatian kepada tenaga non PNS ini, anggaran sudah disiapkan tidak terpotong dari upah honorer,” sebutnya. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional