Temui Siswa SMAK Kesuma, TGB Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Mataram (suarantb.com) – Hari ini, Selasa, 18 April 2017 Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi berkunjung ke SMAK Kesuma Mataram untuk menggelar diskusi dengan sejumlah pelajar. Diskusi dilakukan sebagai langkah menanamkan semangat kebangsaan.

Hampir dalam setiap kesempatan, TGB memang selalu menyerukan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Terlebih pasca terjadinya dugaan penghinaan yang menimpanya 9 April 2017mlalu. TGB semakin gencar mengingatkan pentingnya persatuan di NTB, dimulai dengan merawat nilai kebangsaan dan persaudaraan.

Iklan

“Salah satu tempat di mana nilai kebangsaan itu dirawat adalah lembaga pendidikan. Ketika di sekolah dia mendapatkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat dan diingatkan berindonesia yang baik, maka setelah lulus di manapun dia berkiprah pasti nasionalisme dan patriotismenya akan kuat,” katanya.

Untuk menjaga persatuan dan mencegah perpecahan NTB, TGB menyatakan solusinya bisa ditemukan pada diri masing-masing, dengan syarat utama ketulusan. “Jadi kita tulus betul-betul menghargai secara setara, kita satu sama lain tidak ada yang merasa lebih dari yang lain, dan tidak ada yang merendahkan yang lain,” jelasnya.

Terkait peristiwa dugaan penghinaan yang menimpanya, TGB menyampaikan pentingnya mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Terlepas dari proses hukum terhadap SHS, TGB mengajak agar persatuan terus dirawat dan dikokohkan.

“Seperti menanam padi, tidak mungkin kita biarkan begitu saja terus mengharapkan hasil beras yang berkualitas. Mesti disirami, dipupuk dan sebagainya. Demikian pula nilai kebangsaan, dia sudah ada tapi kita harus rawat dong,” ujarnya.

TGB juga meminta agar tak ada segala bentuk tindakan rasis yang dilakukan dan terjadi di NTB. “Tubuh ini bukan wilayah untuk kita ributkan, karena ini sudah takdir dari Tuhan. Saya tidak pernah meminta lahir jadi orang Sasak, yang Tionghoa, orang Bali juga demikian,” imbuhnya.

Pada ratusan pelajar SMAK Kesuma Mataram, TGB pun menyerukan pesan tentang keberagaman. “Masa depan NTB ada di tangan kalian, dan ketika saat itu tiba saya harap dalam diri kalian ada merah putih seratus persen. Pahami keragaman sebagai kekayaan yang diberikan Tuhan,” pesannya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here