Temuan DPRD, Sejumlah Proyek Fisik yang Mengecewakan

Kondisi proyek Dukcapil yang tak mencapai target, sehingga menjadi sorotan DPRD. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti kondisi progres proyek yang kritis. Di antaranya proyek Puskesmas Dasan Tapen, Kantor Dinas Dukcapil, dan beberapa proyek penataan kawasan Senggigi. Dari temuan Dewan, salah satu pemicu pembangunan proyek kurang maksimal diduga akibat kontraktor tak bermodal alias kurang bonafide.

Anggota DPRD Lobar, L. Irwan mengaku sudah turun mengecek progres proyek Puskesmas DasanTapen. Dari hasil monitoringnya, progres pengejaran sangat mengecewakan. “Sangat mengecewakan sekali (pengerjaan) PuskesmasDasanTapen, dari progresnya dan kualitasnya,” kritiknya, Rabu, 25 November 2020.

Khusus untuk puskesmas menurut pantauannya sangat rendah, berbeda dengan rumah dinas puskesmas. Ia mengaku tak habis pikir kondisi progres pengerjaan proyek seperti itu. Setelah ditanya-tanya ke tukang dan warga, informasinya diduga yang mengerjakan proyek ini tidak satu rekanan. Bahkan informasinya ada rekanan proyek ini yang kabur.

Selain itu, Informasi yang diperolehnya banyak pekerja yang berhenti kerja, karena ongkos tak sesuai perjanjian. Sekitar sebulan lalu pernah akan ada demo warga terkait juga masalah ongkos ini. Namun aksi itu bisa dicegah. Ia ragu proyek ini selesai, karena melihat kondisi di lapangan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan koordinator Komisi III yang menangani pembangunan infrastruktur. Pihaknya Juga sudah mengklarifikasi ke pihak Dikes terkait kondisi progres pengerjaan proyek tersebut, pihak dinas pun jelas dia mengaku sudah capek komunikasi kepada rekanan untuk meminta percepatan pengerjaan proyek. “Saya juga sudah capek pak, ngomong ke kontraktor. Itu jawaban Bu kadis kesehatan,”tambahnya,seraya menyampaikan jawaban pihak dinas.

Demikian pula proyek KantorDinas Kendudukan dan Catatan Sipil. Melihat progresnya saat ini, ia ragu selesai tepat waktu. “Ndak bakalan selesai ini,”ujar dia. Pihaknya pun meminta agar pengerjaan proyek dipercepat. Kontraktor harus menambah tukang dan material siapkan.

Kabid Bina Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, L Danilah ST, mengakui progres proyek penataan di Alberto minus di atas enam persen. Padahal pihaknya sudah menyelesaikan berbagai kendala seperti izin dari Balai Jalan. “Itu salah satu kendalanya (masalah modal), informasi yang kami peroleh,”aku dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Arif Suryawirawan, S.Si.,APt.,MPH., mengatakan beberapa kali pihaknya memanggil rekanan proyek Puskesmas DasanTapen. Bahkan rekanan dipanggil oleh Inspektorat untuk membuat surat pernyataan kesanggupan dan langkah rencana aksi untuk percepatan pengerjaan. Tinggal kontraktor melaksanakan rencana aksi percepatan ini.”Tetap kita pantau dan awasi, sejauh ini masih progresnya 60 persen, deviasi besar,”jelas dia.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lobar Made Arthadana mengatakan dari hasil evaluasi yang dilakukan terkait progres proyek Dukcapil belum termasuk kritis.  “Proyek ini tidak termasuk kritis, artinya bagaimana ke depan kita optimalkan pengendalian pekerjaan”jelas dia.

Progres rencananya harus 63 persen dengan deviasi minus 6 persen. Pihaknya sudah membahas bagaimana langkah – langkah percepatan untuk mengejar bobot pekerjaan. Yang jelas pihaknya menargetkan proyek selesai 100 persen sebelum akhir kontrak tanggal 25 Desember. “Sehingga paling tidak tanggal 15 Desember progres pengerjaan sudah mendekati 100 persen,”tegas dia (her)