Tempat Rapid Test Antigen Diserbu, Satgas Covid-19 NTB Minta Masyarakat Tak Berwisata Keluar Daerah

Petugas kesehatan mengambil sampel di bagian hidung masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara mandiri di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, masyarakat NTB mulai banyak yang mengurus surat keterangan perjalanan keluar daerah dengan melakukan rapid test antigen. Masyarakat menyerbu Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram yang menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan untuk rapid test antigen di NTB.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Provinsi NTB meminta masyarakat supaya jangan keluar daerah pada saat liburan Nataru. Masyarakat diminta supaya berwisata di dalam daerah saja, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

‘’Pemerintah berharap jangan banyak pergerakan. Berwisatalah di dalam daerah saja,’’ kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 21 Desember 2020.

Masyarakat antre untuk pemeriksaan rapid test antigen di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram untuk persyaratan bepergian keluar daerah. (Suara NTB/nas)

Di masa libur akhir tahun ini, kata Gita, memang banyak masyarakat NTB yang ingin bepergian keluar daerah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan rapid test antigen. Karena rapid test antigen merupakan salah satu persyaratan bagi pelaku perjalanan apabila ingin bepergian ke wilayah Jawa dan Bali.

Sekda NTB ini mengatakan jelang libur Nataru, Pemda terus berupaya supaya tak terjadi kerumunan. Untuk itu, Satgas Covid-19 Provinsi NTB tidak merekomendasikan adanya perayaan tahun baru secara berlebihan.

Karena kondisi pandemi Covid-19 di NTB masih belum berakhir. Setiap hari masih terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi positif. Bahkan, Minggu, 20 Desember 2020 terjadi lonjakan kasus baru sebanyak 57 orang.

‘’Satgas tak merekomendasikan ada perayaan-perayaan yang berlebihan. Karena situasinya seperti ini kita larang perayaan tahun baru. Tujuannya supaya  menekan penambahan kasus,’’ ucapnya.

Sekda menambahkan, Pemprov terus menyadarkan masyarakat tentang bahaya Covid-19. Karena NTB masih belum aman dari Covid-19. Masih ada dua daerah yang berstatus zona merah, enam zona oranye dan dua zona kuning di NTB.

‘’Bahwa daerah kita ini masih ada zona merah, oranye, kuning. Belum hijau. Kalaupun hijau, bukan berarti sudah aman. Buktinya, ada daerah yang hijau sekarang masih merah. Maka kuncinya, kedisiplinan kita terhadap menerapkan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Dengan adanya persyaratan harus melakukan rapid test antigen dan tes PCR untuk masyarakat yang bepergian ke Bali dan Jawa diharapkan masyarakat NTB dapat mengurungkan niatnya keluar daerah.

Pantauan Suara NTB Senin, 21 Desember 2020, masyarakat antre untuk melakukan rapid test antigen di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram. Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram menyiapkan satu tenda ukuran besar untuk pemeriksaan rapid test antigen.

Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram, Edi Ramlan, SKM., M.PH., menyebutkan, jumlah masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antigen cukup banyak. Setiap hari jumlahnya di atas 300 orang.

Sehingga, pada hari Minggu kemarin juga tetap buka atau melayani masyarakat yang melakukan rapid test antigen untuk mengurangi banyaknya antrean. Untuk biaya rapid test antigen di sana sebesar Rp150 ribu.

Untuk pemeriksaan rapid test antigen secara mandiri, Pemprov NTB menyiapkan lima rumah sakit (RS) dan dua laboratorium. Hal ini sehubungan dengan terbitnya kebijakan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, 16 Desember 2020 tentang penggunaan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan Jawa dan Bali.

Tujuh fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara mandiri di NTB, antara lain, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Mataram dan Klinik Anugrah Ibu.

Sedangkan lima RS yang siap melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara mandiri adalah RS Universitas Mataram, RS Siloam, RS Harapan Keluarga, RSUD Praya, dan RSUD Dompu. (nas)