Tempat Penyimpanan Limbah B3 PLTU Ditembok

Giri Menang (Suara NTB) – Tempat penyimpanan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di sekitar areal PLTU Jeranjang Desa Taman Ayu Gerung telah dipasangkan pagar beton. Pemasangan pagar beton ini bertujuan untuk pengamanan sementara, sebelum diangkut keluar.

Pembangunan tembok beton ini telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, menyusul makin menggunungnya abu di lokasi tersebut.

Iklan

Pantauan koran ini di lokasi penyimpanan limbah, di areal puluhan hektar tampak dua alat berat ekskavator mengeruk tanah di  pintu masuk ke areal tersebut. Ekskavator itu mengeruk tanah di sekitar lokasi agar tumpukan abu tak terlihat dari luar.

Di sekeliling persis di pinggir jalan aspal menuju PLTU, telah dipasangkan pagar beton, sehingga tumpukan abu yang sebelumnya bisa dilihat dari jalan tertutup, sehingga tumpukan abu tak bisa dilihat dari jalanan.

Dikonfirmasi terkait pemasangan pagar beton ini Manager Unit UJP PLTU Jeranjang, Ibnu Agus Santosa mengakui pemasangan pagar dimulai awal bulan Mei lalu. Pekerjaannya tidak hanya pemasangan pagar, namun termasuk perluasan area TPS limbah B3 abu batu bara dilengkapi dengan plastik HDPE dan pembuatan tanggul.

“Tujuannya agar mengamankan Fly Ash and Bottom Ash ( FABA) agar terjaga dan terlindungi,” jelasnya. Ibnu menyatakan, lokasi pembuangan limbah ini masih sebatas TPS (tempat pembuangan sementara) untuk langkah pengamanan Limbah B3.

Untuk pengangkutan limbah B3 ini sendiri, jelasnya, masih proses tender di PLN Sektor Pembangkitan Lombok dengan perusahaan yang mempunyai izin pemanfaatan dan izin pengangkutan. Terkait kapan tender selesai pihaknya belum tahu persis, sebab ini ranah di PLN. Pihaknya hanya berharap agar segera didapatkan perusahaan yang diharapkan supaya limbah B3 bisa cepat terangkut.

Sementara itu, Kadus Jeranjang H. Supardan mengeluhkan masalah jalan menuju pantai yang rusak. Bahkan banyak akses jalan berlubang, sehingga menyulitkan para nelayan. Pihaknya berharap agar akses jalan segera dibangun agar memudahkan nelayan ke laut.

Menanggapi hal ini, Humas PLTU Angga Pardita menyampaikan terima kasih atas masukan dari warga.  Terkait masalah jalan, bukan kewenangan pihaknya melainkan PT Bharata. Namun pihaknya tak lepas tangan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Baratha terkait akses nelayan tersebut. (her)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here