Tempat Kumuh Disulap Jadi Objek Wisata

TAK KUMUH - Kawasan Pantai Suryawangi yang terlihat tak lagi kumuh dan kini menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pantai Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji dulu dikenal kumuh. Tumpukan sampah kiriman yang hanyut bersama air sungai tampak beserakan. Meski masih ada yang terlihat, namun kawasan ini kini mulai terlihat lebih baik, karena sudah disulap menjadi objek wisata menarik.

 

Iklan

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Muhammad Juhad kepada Suara NTB, menjelaskan, ada anggaran Rp 750 juta yang digunakan untuk menyulap kawasan tersebut menjadi lebih menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Dana Rp750 juta itu awalnya akan digunakan untuk menata kawasan wisata Lemor. Akan tetapi karena sudah tidak lagi menjadi wewenang Dinas Pariwisata, maka dialihkan pemanfaatannya untuk menata kawasan Pantai Suryawangi.

 

Pantai Suryawangi disebut Muhammad Juhad juga memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan. Di mana, ombak besar di pantai ini kerap dijadikan lokasi berselancar para wisatawan.  Hanya saja kedatangannya pada musim-musim tertentu. Dibutuhkan polesan tambahan, sehingga kawasan ini menjadi lebih menarik dan makin banyak dikunjungi para wisatawan. “Ombak di Pantai Suryawangi ini bersusun-susun dan saat diminati para pecinta surfing,” urai Juhad.

 

Untuk saat ini, kawasan Pantai Suryawangi juga banyak dikunjungi wisatawan domestik. Apalagi setiap akhir pekan. Sabtu dan Minggu pagi. Kawasan pantai Suryawangi dan Labuhan Haji ini disesaki pengunjung.

 

Sekadar menikmati momen terbitnya sang surya di ufuk timur, banyak wisatawan yang datang bersama dengan keluarga tercinta. Wisata Labuhan Haji dan Suryawangi diketahui menjadi salah satu alternatif bagi warga Lotim yang ingin menghabiskan penat di akhir pekan.

 

Polesan yang dilakukan ini harapannya tidak sekadar dapat mempercantik kawasan. Namun bisa mengundang para investor untuk datang menanamkan investasi di wilayah Labuhan Haji dan Sekitarnya.

 

Di atas kawasan yang ditata saat ini ke depan akan dihadirkan wisata kuliner. “Memang kita harapkan tidak jadi sekadar tempat nongkrong di berugak-berugak yang sudah kita bangun, namun juga bisa menikmati kuliner yang nanti akan coba kita hadirkan di sini,” terang Juhad menambahkan. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here