Tembus 161 Kasus, Satgas Covid-19 KSB Klaim Berhasil Lokalisir Transmisi Lokal

Infografik kasus covid-19 KSB per 28 Desember 2020.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) -Hingga kini jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah tembus di angka 161 kasus. Sejak kasus pertama terdeteksi akhir April lalu, tercatat beberapa kali temuan infeksi virus itu sempat melandai. Namun secara keseluruhan pemerintah melalui satuan gugus tugasnya (Satgas) benar-benar belum mampu menahan laju penularan virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Juru bicara Satgas Covid-19 KSB, H. Tuwuh mengakui, sejauh ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di KSB masih terus ditemukan. Dan sumber awal penularannya tetap sama sejak awal. Yakni infeksi oleh warga yang sempat melakukan perjalan dari wilayah terjangkit. “Kasus awalnya tetap sama. Ada warga yang datang dari daerah pandemi terus menularkan,” terangnya kepada Suara NTB, Selasa, 29 Desember 2020.

Dengan pola awal penularan yang selalu sama, menurut H. Tuwuh, Satgas melalui tim kesehatan sebenarnya selalu bisa meminimalisir transmisi virus tersebut secara cepat. Terbukti hampir seluruh kasus penularan transmisi lokal rata-rata hanya menginfeksi lingkup keluarga pasien pertama. “Alhamdulillah ya, data kami dari setiap kasus baru, kita langsung lakukan pelacakan kontak. Dan akhirnya kita bisa lokalisir penularannya hanya sebatas keluarga pasien awal. Tidak ada yang sampai keluar,” klaimnya.

Ia menganalisa, fluktuasi kasus paling tinggi saat ini adalah penularan yang berawal dari anak sekolah yang pulang berlibur beberapa waktu lalu. Hingga kini kasus penularannya masih berlanjut dan terkonsentrasi di RSUD Asy Syifa. “Beberapa kali ada kasus penularan di RSUD, tapi bisa kita putus. Nah sekarang yang belum selesai, penularan dari anak yang pulang berlibur. Dia positif dan sempat dirawat di RSUD. Ini kemudian yang perkiraan kami penularannya masih terus berlanjut ke tenaga medis rumah sakit,” bebernya.
Terlepas dari upaya pencegahan dan penangan pemerintah terhadap penyebaran virus yang belum ada obat penawarnya itu. Selanjutnya H. Tuwuh menyatakan, sebenarnya langkah konkret menghalau Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama seluruh elemen. Tidak saja pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat lingkungan keluarga.

Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. “Kami dari gugus tugas tak henti-hentinya mengimbau. Ayo masyarakat. Tutup semua cela penularan virus ini dengan tertib menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga hingga ke lingkungan lebih luas dalam keseharian di luar rumah,” harapnya. (bug)