Teluk Santong, Sumbawa, Diusulkan Jadi KEK

Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah daerah sedang menyiapkan persyaratan agar Teluk Santong , Kabupaten Sumbawa dapat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Usulan menjadikan Teluk Santong menjadi KEK sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si mengatakan, idealnya di setiap kabupaten ada kawasan ekonomi berstatus. Apakah statusnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan lainnya. Dengan menjadi kawasan berstatus, maka akan menjadi tempat berinvestasi yang memenuhi konsep ramah investasi.

Iklan

‘’Jadi, (usulan KEK Teluk Santong) itu bagian dari ikhtiar percepatan pembangunan daerah,’’ terangnya.

Dengan menjadi KEK, maka akan ada badan yang punya otoritas dalam pengembangan kawasan. Kemudian akan mempermudah menarik investor untuk menanamkan modalnya di kawasan tersebut dengan berbagai kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah.

Sekda mengatakan, pengajuan Teluk Santong menjadi KEK sedang berproses. Proses pengusulan suatu kawasan menjadi KEK telah diatur dalam UU No. 39 Tahun 2009.

Sebelumnya, Rabu, 4 Maret 2020, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bertemu dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, gubernur mengatakan, Menko Kemaritiman dan Investasi akan menjadikan Teluk Santong sebagai Pelabuhan Laut Kelas Satu. Bahkan, Luhut mengusulkan Teluk Santong menjadi KEK.

Pada hari yang sama, di  Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi juga digelar rapat khusus untuk membahas mengenai Rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Agro dan Energi yang terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Santong yang dihadiri Bupati Sumbawa dan Gubernur NTB.

Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong merupakan proyek strategis nasional kerjasama dengan PT Pelindo III.  Kerjasama ini menjadi bukti nyata upaya PT Pelindo III untuk pembangunan dan menjalin konektivitas Indonesia, khususnya di Indonesia timur. (nas)