Telkomsel Bagikan 170.000 Kartu MBJJ di NTB

Penyerahan secara simbolis 170.000 kartu MBJJ dari Telkomsel kepada Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Mendukung program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dari pemerintah, Telkomsel memberikan 170.000 kartu kuota belajar di Provinsi NTB. Sejalan dengan program tersebut, Telkomsel berkomitmen menghadirkan jaringan handal dan inovasi produk yang berkualitas untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar secara daring.

Executive Vice President East Area Sales, Adiwinahyu B Sigit mengatakan pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan lancar dengan dukungan koneksi internet yang stabil.Telkomsel memiliki komitmen yang kuat sebagai leading telco digital company dan connectivity enabler dalam menghadirkan layanan dan jaringan berkualitas untuk mendukung produktivitas para pelajar yang terdampak akibat pandemi ini.

Iklan

“Selama ini yang menjadi keluhan anak-anak peserta didik adalah koneksi internet tidak stabil, sinyal jelek terutama yang berada di wilayah pelosok atau pinggiran kota. Imbasnya, proses belajar mengajar terganggu dan wali murid harus berpikir ulang untuk mendapatkan koneksi internet yang benar-benar bisa diandalkan. Nah, di sini Telkomsel jadi solusinya.” ujar Sigit.

Sigit menambahkan bahwaTelkomsel telah menyosialisasikan program MBJJ ke beberapa Provinsi di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali. Telkomsel memberikan 170.000 kartu perdana lengkap dengan Paket Belajar 10 GB secara gratis untuk anak-anak didik di Provinsi NTB. Penyerahan kartu perdana tersebut diserahkan secara simbolik oleh Executive Vice President East Area Sales, Adiwinahyu B Sigit kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Rabu, 9 September 2020 di ruang kerjanya.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dariTelkomsel, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dalam proses daring di masa pandemi covid 19 ini.
“Karena memang saat ini, kita mencari bagaimana suatu program dapat menyelesaikan masalah, dan ini merupakan salah satu solusi untuk pemerataan akses pendidikan secara daring dalam situasi Pandemi Covid-19, yang kita sasar pertama adalah anak-anak sekolah yang ekonominya menengah ke bawah, supaya apa yang dihajatkan pemerintah itu tepat sasaran,”ungkapnya.

Tidak hanya mendukung program pendidikan jarak jauh yang dicanangkan pemerintah saja. Namun Telkomsel juga peduli terhadap anak-anak didik termasuk yang berada di wilayah pelosok agar bisa menikmati jaringan terluas di seluruh nusantara dan tentunya dengan sinyal terkuat.
“Untuk menjamin jangkauan jaringan, secara khusus kami telah menargetkan penambahan 25 ribu unit BTS berteknologi terdepan yaitu 4G di tahun 2020 ini. Dari 25 ribu tersebut, hingga bulan Agustus kemarin kami sudah menuntaskan pembangunan sebanyak 21 ribu BTS4G di Indonesia, yang semua pembangunannya difokuskan menjangkau area residensial.” tutup Sigit.(r/bul)