Telisik Aliran Retribusi, Jaksa Periksa 19 Kepala Pasar dan UPTD

Mataram (Suara NTB) – Seluruh kepala para se Kota Mataram menjalani pemeriksaan di Kejati NTB, Senin, 23 Oktober 2017. Saat bersamaan diperiksa juga Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas  (UPTD) Pasar. Jaksa menelisik seputar aliran dana pungutan. Ini merupakan lanjutan dari rangkaian pemeriksaan sebelumnya.

Informasi dari para saksi, mereka diperiksa soal alur retribusi penarikan retribusi dari tingkat pedagang. Dari soal jumlah penarikan, disesuaikan dengan target, kemudian jumlah setoran. Keterangan saksi ini kemudian dicocokkan dengan regulasi  yang mengatur soal retribusi seluruh pasar di Kota Mataram.

Iklan

Rusiah, salah seorang saksi dipanggil sekitar pukul 09.00 Wita. Kepala Pasar Pagutan ini sempat istirahat siang dan lanjut lagi masuk ke ruangan pemeriksaan aula utama.

Kepada penyidik Kejaksaan, Rusiah mengaku membeberkan secara terbuka  terkait penarikan retribusi dari pedagang sesuai pertanyaan yang dilontarkan. Rusiah menyebut, per bulan dia ditarget menarik retribusi Rp 525 ribu. Tapi karena penarikan bisa dimaksimalkan, dia mampu menyetor hingga Rp 550 ribu per bulan.

“Saya kan nariknya (retribusi) bukan berdasarkan target, tapi potensi. Karena potensinya besar, ya kita besar juga setornya,” kata Rusiah.

Karena bisa melebih target,  dalam setahun dia bisa menyetor Rp 18.500.000 sampai Rp 19.000.000. Dalam penilaian Inspektorat Kota Mataram, dia mengklaim pencatatan retribusi Pasar  Pagutan dinilai paling baik. Memang dia mengakui beberapa bulan terakhir sempat turun karena ada konflik antar warga, menyebabkan pedagang yang berjualan dan pembeli jumlahnya menurun. Apes, penarikan maksimal mencapai Rp 300.000.

“Tapi sudah saya jelaskan itu. Saya juga sudah minta Kepala Dinas untuk turun mengecek langsung situasinya,” kata dia menjamin transparansi penarikan.

Pantauan Suara NTB, para saksi diperiksa bergilir di Aula Kejati NTB. Sekali periksa, tiga sampai lima kepala pasar berhadapan dengan penyidik jaksa yang melakukan pemeriksaan maraton. Satu per satu kepala pasar ke luar, disusul masuknya kepala pasar lain yang mendapat giliran dimintai keterangan. Penyidik dipimpin  Mahendra, SH.,MH, salah satu koordinator pada Pidsus.

Di tempat yang sama,  Kepala Pasar Cakranegara, I Nengah Sukardi yang turut diklarifikasi juga menjelaskan hal sama. Tapi dia mengaku dipanggil untuk dimintai keterangan terkait retribusi Pasar Pagesangan Mataram.

“Kalau sekarang kan saya Pasar Cakra. Tapi saya dipanggil karena pernah jadi Kepala Pasar Pagesangan,’’ beber Nengah Sukardi.

Kepada penyidik dia juga sudah menjelaskan semua mekanisme penarikan retribusi dari ratusan pedagang di sana, rinci mulai dari penarikan harian. Terkumpul bulanan dan tahunan, jumlah setor ke UPTD. Dari hasil evaluasi Disperindag, Pasar Pagesangan saat di bawah kendalinya mendapat penilaian bagus.

Selain kepala pasar, dua Kepala UPTD diklarifikasi. Mereka adalah Arifin selaku Kepala UPTD Ampenan dan Mataram, kemudian Lalu Satrana Hadi selaku Kepala UPTD Cakra dan Sandubaya. Mereka diklarifikasi di ruangan pemeriksaan berbeda. (ars)