Telaga Biru TNGR Jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Objek wisata Telaga Biru TNGR Desa Perian Kecamatan Montong Gading tawarkan konsep wisata alam. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB)  – Kolam Biru di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di dekat Desa Perian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Warga setempat pun menyebutnya Telaga Biru. Telaga alami yang dulu seperti tidak digubris keberadaannya ini kini menjadi ramai dikunjungi.

Lokasi Telaga Biru ini tepatnya di Dusun Gunung Paok Desa Perian. Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TNGR. Dari perbatasan hutan TNGR, pengunjung harus berjalan kaki melintasi rimbuan pohon kayu hutan yang lebat. Setelah berjalan sekitar 250 meter, telaga biru ini terlihat dari ketinggian.

Iklan

Sepintas telaga ini terlihat dari kejauhan warna biru kehijau-hijauan memancar dari dasarnya. Pemandangan itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang ingin sekadar berswafoto di atas kolam.

Oleh para pemuda pecinta wisata Desa Perian sudah menyulap kawasan tersebut menjadi lebih menarik. Adalah Hasbi dan kawan-kawannya membuat beberapa wahana tempat berswafoto dari bambu dan kayu-kayu hutan.

Dituturkan Telaga Biru ini mulai ramai dikunjungi setelah setahun terakhir. Bermula dari upload video pendek lucu-lucuan tentang Telaga Biru yang dibuat oleh para pemuda. Belakangan, setiap liburan Telaga Biru ini tidak pernah sepi dari pengunjung, termasuk wisatawan asing.

Bagi pengelola, kata Hasbi sejauh ini hanya mengambil uang parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat. Belum ada diberlakukan karcis atau sejenisnya untuk setiap pengunjung. Pemuda Perian mengaku belum berani terlalu jauh mengambil jasa dari objek wisata Telaga Biru itu.

Harapannya, ada sentuhan penataan dari pemerintah. Bersama dengan pihak Balai TNGR sendiri klaimnya  sudah ada izin.  Dulunya, kendaraan bisa masuk sampai ke atas dekat langsung dengan telaga. Akan tetapi belakangan sudah tidak diperbolehkan karena dikhawatirkana kan merusak kawasan hutan, sehingga areal parkir pun ditaruh di luar kawasan TNGR.

Sebagai objek wisata baru dikenal, diperlukan penataan lebih jauh. Lebih lengkap lagi sarana dan prasarana penunjangnya agar pengunjung bisa lebih nyaman datang. Objek wisata Telaga Biru sejauh ini hanya menawarkan konsep wisata alam. Oleh pengelola ada wahana bebek renang yang dipajang di atas Telaga yang disediakan khusus bagi pengunjung. Namun diakui hal itu masih sangat terbatas.

Hal lainnya yang menjadi catatan, kondisi infrastruktur menujju kawasan objek wisata Telaga Biru ini terlihat sangat jelek. Saat hujan mengguyur, sudah tidak memungkinkan jalan satu-satunya ke lokasi ini bisa dikunjungi menggunakan kendaraan, karena jalan becek dan berlubang.

Bagi pecinta suasana wisata di dalam kawasan hutan, Telaga Biru bisa menjadi salah satu alternatif wisata. Seperti pengakuan Guru Ani dari Terara saat berkunjung ke Telaga Biru Sabtu,  30 Maret  lalu bersama dengan keluarganya, Telaga Biru ini menawarkan konsep wisata alam yang menenangkan. (rus)