Teknologi Informasi dan Komunikasi Masyarakat NTB Memprihatinkan

Mataram (Suara NTB) – Selain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB yang berada di urutan paling bawah, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) NTB juga berada di urutan memprihatinkan, nomor empat terbawah dari 36 provinsi di Indonesia.

Data ini mengemuka pada kegiatan Bimbingan Teknis dan Indepth IP-TIK yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di aula BPS Provinsi NTB, Kamis, 2 November 2017, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan.

Iklan

NTB berada di urusan ke empat terbawah secara nasional. Tiga provinsi di bawah NTB yang IP-TIKnya juga tak kalah memprihatinkan adalah Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Pada 2014 lalu, IP-TIK Provinsi NTB berada di urutan ketiga terbawah secara nasional. Pada 2015, naik satu tingkat menjadi urutan ke empat terbawah. Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih mengemukakan, banyak dampak yang dipengaruhi rendahnya IP-TIK, salah satunya soal kualitas tenaga kerja karena terbatasnya akses informasi dan teknologi yang dikuasainya.

11 indikator menentukan IP-TIK ini diukur dari komponen akses dan infrastruktur meliputi, pelanggan telepon tetap per 100 penduduk, pelanggan telepon seluler per 100 penduduk, bandwidth internet internasional, persentase rumah tangga yang menguasai komputer, persentase rumah tangga yang memiliki akses internet.

Selain itu, dari komponen penggunaan, meliputi persentase penduduk yang mengakses internet, pelanggan internet broadband tetap kabel per 100 penduduk, pelanggan internet broadband tanpa kabel per 100 penduduk.

Dari komponen keahlian diukur angka melek huruf, angka partisipasi kasar sekunder (SLTP sederajad dan SLTA sederajat) serta angka partisipasi kasar tersier (D1 s/d s1).

Karena dampaknya rendahnya IP-TIK ini, Endang menegaskan menjadi tugas pemerintah daerah bersama stakeholders untuk secepatnya memenuhi kekurangan dimaksud agak tak terlalu jauh tertinggalnya dengan daerah lain. β€œKan sekarang sudah ada Dinas Kominfotik, ini PR,” demikian Endang. (bul)