Tekan Penularan Rabies, Pemprov NTB Gratiskan Vaksinasi Hewan Piaraan

Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani (berjilbab) memantau langsung pelaksanaan vaksinasi gratis rabies untuk hewan piaraan.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) membuka pelayanan vaksinasi secara gratis untuk hewan piaraan. Layanan ini dilaksanakan selama sepekan. Vaksinasi gratis ini mulai dilayani sejak Selasa, 22 September 2020, hingga Selasa pekan depan di Kantor Dinas Nakeswan Provinsi NTB.

Beberapa dokter hewan yang tergabung dalam Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) dilibatkan melayani masyarakat, pemilik hewan piaraan. Sejak dibuka layanan gratis ini, banyak pemilik hewan piaraan mendatangi Kantor Dinas Nakeswan Provinsi NTB di samping jembatan Jalan Airlangga, Mataram.  Umumnya yang dibawa adalah kucing dan anjing.

Iklan

Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani yang memantau langsung kegiatan ini mengatakan vaksinasi juga bisa dilakukan untuk kera yang pelihara. Vaksinasi ini adalah bagian dari Pemprov NTB memperingati hari rabies sedunia tahun 2020. “Kenapa hari rabies ini tetap digaungkan? Karena memang rabies ini berkaitan dengan manusia. Sangat berbahaya. Sehingga harus digaungkan hari rabies ini dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan serta desa dan kelurahan,” ujarnya.

Vaksinasi gratis ini tidak dibatasi jumlahnya. Sebanyak hewan piaraan yang didaftarkan. Provinsi NTB termasuk daerah yang mewaspadai penularan penyakit rabies. Di Pulau Sumbawa, penularan rabies terus ditekan. Sebelumnya, anjing-anjing liar yang diduga membawa penyakit rabies dieliminasi. Namun kegiatan eliminasi sudah dihentikan.

“Yang kita lakukan vaksinasi hewan. Namun untuk Pulau Lombok, alhamdulillah belum ditemukan adanya penyakit rabies. Namun berisiko karena diapit oleh daerah yang tertular rabies. Provinsi Bali dan Pulau Sumbawa. di Pulau Sumbawa masuknya tahun 2019,” imbuhnya. Kepala dinas mengatakan upaya menekan penularan rabies juga dilakukan oleh kabupaten / kota. Hal yang sama dilakukan, yaitu vaksinasi. Dinas Nakeswan Provinsi NTB menyiapkan sebanyak 10.000 vaksin. Belum termasuk yang disiapkan oleh kabupaten/kota.

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci. Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ.

Gejala rabies biasanya muncul sekitar 4-12 minggu setelah pasien tergigit hewan yang terinfeksi. Gejala awal yang muncul meliputi, demam, otot melemah, kesemutan, sakit kepala.Terdapat gejala lanjutan yang dapat muncul pada penderita rabies. Gejala lanjutan tersebut merupakan penanda bahwa kondisi pasien semakin memburuk. (bul)