Tekan Pembalakan Liar, Pemprov Bakal Gelar Operasi Penertiban Mesin “Sawmill”

Mataram (Suara NTB) – Pascaoperasi besar-besaran yang dilakukan beberapa waktu lalu, pelaku pembalakan liar alias illegal logging mulai “tiarap”. Dengan adanya penangkapan truk-truk pengangkut kayu yang diduga hasil illegal logging, intensitasnya sudah tidak seperti beberapa bulan lalu. Bahkan, Pemprov NTB bersama TNI dan Polri berencana akan melakukan operasi penertiban mesin sawmill (mesin gergaji kayu) yang beroperasi di NTB.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM yang dikonfirmasi di kantor Gubernur, beberapa hari lalu mengatakan usaha di bidang kayu legal di NTB saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pihaknya mendatangi satu persatu pengusaha kayu yang memperoleh izin termasuk industri primer supaya mereka kembali lagi pada rencana awal bahwa mereka berusaha secara legal.

Iklan

“Ada beberapa yang ditangkap, diberitakan dari beberapa tempat. Tetapi tidak semarak beberapa bulan lalu. Sekarang kami dengan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) selalu sosialisasi terus menginformasikan terutama untuk perambahan dan illegal logging,” kata Husnanidiaty.

Untuk perambahan hutan, Gubernur memerintahkan Dishut supaya menghitung dengan benar dan tidak bertambah aksi perambahan hutan di NTB. Hutan yang sudah dirambah akan ditangani dan mengajak masyarakat melakukan penanaman pohon atau reboisasi. Jika tidak dilakukan seperti itu, maka hutan akan tetap rusak seperti yang ada sekarang.

“Kita sedih di beberapa tempat, banjir lagi. Baru hujan selama empat jam seperti di Lombok Utara, sudah terjadi banjir. Itu pertanda, hutan sebagai mesin sirkulasi air tercanggih ciptaan Tuhan itu sudah menandakan ada kerusakan,” ucapnya.

Husnanidiaty menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan operasi penertiban mesin sawmill. Pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta TNI/Polri akan melakukan pengecekan ke tempat-tempat penampungan kayu. “Itu ada sawmill-sawmill, itu ada izinnya ndak, kayunya legal atau ndak. Itu yang kita lakukan,”terangnya.

  929 KK Terkena Dampak Banjir Sumbawa

Ia mengatakan keberadaan sawmill ini sangat mengkhawatirkan karena lokasinya yang dekat dengan hutan. Dalam waktu satu atau dua minggu ke depan pihaknya akan menyisir mesin-mesin sawmill yang ada mulai dari Lombok Barat sampai Bima. “Kita lihat sawmill itu apakah dia punya izin atau tidak. Kalau tidak langsung, sudah (ditindak). Kita sudah MoU dengan polisi dan tentara untuk menindak,” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya turun bersama Disperindag karena merekalah yang mengeluarkan izin. Selain itu, pihaknya mendesak aparat menertibkan sawmill berjalan. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here