Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, NTB Berlakukan Pembatasan Sosial Berbasis Lokal

IGB. Sugihartha

Mataram (Suara NTB) – Sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa – Bali, NTB juga mengambil kebijakan pembatasan sosial berbasis kearifan lokal. Pembatasan sosial berbasis lokal diharapkan bisa diterapkan Pemda kabupaten/kota terutama yang masih mengalami lonjakan kasus Covid-19, seperti daerah zona merah dan oranye.

‘’Karena acuan kita yang nasional, pembatasan Jawa – Bali sampai tanggal 25 Januari. Jadi, kita juga menindaklanjuti kebijakan itu,’’ ujar Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Ir. IGB. Sugihartha, M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 18 Januari 2021.

Iklan

Kondisi penyebaran Covid-19 di NTB, tidak ada daerah yang bebas dari risiko penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok tersebut. Sampai saat ini, baru ada dua kabupaten yang risiko rendah atau zona kuning Covid-19, yakni Lombok Tengah dan Lombok Utara.

Kemudian, ada tujuh kabupaten/kota masuk zona oranye, atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Yaitu, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima. Sedangkan Sumbawa, masih masuk zona merah atau risiko tinggi Covid-19 di NTB.

“Intinya,  pembatasan itu harus segera kita lakukan,” kata Sugihartha.

Kepala Pelaksana BPBD NTB ini mengatakan, bentuk kebijakan yang diambil Pemprov terkait dengan pembatasan sosial berbasis lokal ini. Yaitu, untuk masyarakat yang keluar dan masuk NTB harus menunjukkan hasil negatif rapid test antigen.

‘’Jadi tak ada lagi rapid test antibodi. Masuk dan keluar NTB harus menggunakan rapid test antigen,’’ terangnya.

Selain itu, kebijakan yang diambil dengan membatasi waktu aktivitas masyarakat. Sehingga, ada beberapa kabupaten/kota yang memberlakukan jam malam.

“Kondisi kita sekarang tak ada zona hijau lagi. Adanya zona kuning di Lombok Tengah dan Lombok Utara. Sebagian besar oranye, dan Sumbawa masih zona merah,’’ jelasnya.

Sugihartha mengatakan, pembatasan sosial berbasis lokal akan disesuaikan dengan kebijakan nasional yakni sampai 25 Januari mendatang. Tetapi jika terus terjadi lonjakan kasus, pembatasan sosial tersebut bisa saja diperpanjang.

Selain masih terjadi peningkatan kasus positif,  persentase kematian pasien Covid-19 di NTB juga masih tinggi. Satgas Covid-19 Nasional mencatat, NTB masuk lima besar.  Lima provinsi dengan kasus kematian tertinggi berada di Jawa Timur (6,95%), Sumatera Selatan (4,94%), Lampung (4,87%), Nusa Tenggara Barat (4,29%) dan Jawa Tengah (4,08%). (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional