Tekan Kenaikan Harga, Pemprov NTB Siapkan Pasar Murah dan Kuliner Ramadhan

H. Fathurrahman. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB akan menggelar kegiatan pasar murah saat Ramadhan. Kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang dapat memicu inflasi. Kegiatan pasar murah ini melibatkan multi stakeholders. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., dijumpai di kantornya, Kamis, 18 Maret 2021 mengatakan pasar murah akan dilaksanakan mulai 5 April, hingga selama sepekan ke depan.

Menjual kebutuhan-kebutuhan pangan strategis masyarakat. Seperti beras, tepung, gula, minyak goreng, telur dan lainnya. Termasuk cabeai yang harganya masih melambung saat ini. Untuk kebutuhan pangan pertanian, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Sementara untuk beras, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Perum Bulog, serta beberapa distributor lainnya.

Iklan

H. Fathurrahman menambahkan, pasar murah diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB, di Jalan Langko Mataram. Harga jual kebutuhan pokok ini menggunakan harga distributor atau harga langsung dari petani. “Harganya misalnya beras, minyak goreng, atau tepung menggunakan HET (Harga Eceran Tertinggi). Demikian juga cabai, harganya sesuai harga jual dari petani,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga akan membuka lapak kuliner. Melibatkan puluhan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Jualannya adalah menu-menu berbuka puasa dan sahur. Lapak kuliner ini dibuka selama bulan puasa. “Full sebulan, kuliner Ramadhan akan dibuka dari jam 3 sore sampai jelang tarawih. Bahkan bisa kita kondisikan sampai setelah tarawih,” ujarnya.

Harapannya, masyarakat Kota Mataram khususnya, dan dari kabupaten/kota lainnya yang berkesempatan hadir untuk berbelanja di Kantor Dinas Perdagangan saat puasa. Dengan harga yang terjangkau, bahkan di bawah HET. Sehingga masyarakat mendapatkan kebutuhan pokoknya dengan harga yang tidak membebani.

Selain itu, kegiatan kuliner Ramadhan nanti diharapkan akan menghidupkan kembali semangat para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu. Disetiap akhir pekan, malam Ahad, ada beberapa event juga yang akan dilaksanakan. Juga melibatkan beberapa perbankan sebagai host. Kegiatan ini semacam edukasi kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi kemudahan pembiayaan dan program-program dari lembaga keuangan.

Dengan demikian, diharapkan saat puasa nanti, tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pangan. Hal yang sama diharapkan dilakukan juga oleh kabupaten/kota. Sehingga massif upaya untuk mengendalikan spekulan saat puasa.

Dari sisi stok, Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga rutin melakukan pemantauan di distributor-distributor. Perkembangan harga kebutuhan di pasar juga tetap dimonitor. Sejauh ini, kata Fathurrahman stok cadangan pangan dan kebutuhan strategis sangat mencukupi menyambut puasa. Sehingga tidak dikhawatirkan terjadi kenaikan harga. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional