Tekan Kasus Kematian, Pemda Diminta Laksanakan Target Testing 7.646 Per Hari di NTB

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov meminta 10 Pemda Kabupaten/Kota melaksanakan target testing yang harus dilakukan sebanyak 7.646 orang per hari di NTB. Target tersebut diberikan Pemerintah Pusat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 25 dan 26 Tahun 2021.

“Sudah kita teruskan pada kabupaten/kota untuk melaksanakan,” kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 28 Juli 2021.

Iklan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian telah mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No. 25 dan 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Luar Jawa – Bali dan PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1. Dari dua Inmendagri tersebut, Kota Mataram masuk level 4, delapan daerah masuk level 3 dan satu masuk level 2 di NTB.

Dalam Inmendagri tersebut, PPKM Level 4 hingga level 1 berlaku mulai 26 Juli – 2 Agustus 2021. Dalam Inmendagri tersebut, seluruh Pemda diminta meningkatkan jumlah testing. Secara keseluruhan, jumlah target testing yang harus dilakukan NTB sebanyak 7.646 orang per hari.

Eka mengatakan, sebelumnya, Kota Mataram yang diterapkan PPKM Diperketat kemudian berlanjut menjadi PPKM Darurat beberapa waktu lalu diminta melakukan testing sebanyak 369 orang per hari.

“Kota mataram kemarin diminta tracing 369 sehari. Alhamdulillah bisa melaksanakan 500 per hari,” kata Eka.

Dalam Inmendagri No. 25 dan 26 Tahun 2021, Pemerintah Pusat kembali meminta Pemda meningkatkan jumlah testing terhadap orang yang suspek atau mereka yang bergajala, dan juga kontak erat.

Untuk Kota Mataram yang saat ini diterapkan PPKM Level 4, diberikan target sebanyak 738 orang per hari. Kemudian ada delapan kabupaten/kota di NTB masuk PPKM Level 3. Yaitu, Bima, Dompu, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Untuk Bima, Pemerintah Pusat meminta melakukan testing sebanyak 1.091 orang per hari, Dompu 568 orang, Kota Bima 394 orang, Lombok Barat 522 orang, Lombok Tengah 703 orang, Lombok Utara 490 orang, Sumbawa 1.020 orang dan Sumbawa Barat sebanyak 343 orang per hari. Sedangkan Lombok Timur yang masuk PPKM Level 2, Pemerintah Pusat meminta dilakukan testing sebanyak 1.777 orang per hari.

Dengan meningkatkan tracing dan testing diharapkan orang yang terpapar Covid-19 bisa diketahui lebih dini. Dengan mengetahui lebih dini, maka lebih cepat ditangani atau treatment. Sehingga dapat menekan angka kasus kematian Covid-19.

Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat jumlah masyarakat yang terpapar virus Corona terus bertambah. Hingga Selasa, 27 Juli 2021, Satgas mencatat jumlah masyarakat terpapar Covid-19 di NTB telah mencapai 19.216 orang. Dengan rincian, 670 meninggal dunia, 16.402 orang sudah sembuh dan 2.144 orang masih isolasi atau perawatan.

Pasien yang masih isolasi atau dalam perawatan dengan rincian, Kota Mataram 794 orang, Lombok Barat 233 orang, Lombok Tengah 118 orang, Lombok Utara 22 orang, Lombok Timur 80 orang.

Kemudian, Sumbawa Barat 27 orang, Sumbawa 195 orang, Dompu 75 orang, Bima 289 orang, Kota Bima 148 orang, WNA 1 orang dan warga luar NTB 162 orang.

Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal terbanyak di Kota Mataram sebanyak 174 orang, Lombok Barat 112 orang, Sumbawa 102 orang. Kemudian, Lombok Tengah 83 orang, Lombok Timur 48 orang, Kota Bima 41 orang, Bima 34 orang, Dompu 33 orang, Lombok Utara 17 orang, Sumbawa Barat 14 orang dan warga luar NTB sebanyak 12 orang. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional