Tekan Kasus Kekerasan Anak, Jarot-Mokhlis Kedepankan Pembinaan Keluarga

Pasangan Jarot-Mokhlis saat menjalani debat kandidat Pilkada Sumbawa 2020.(Suara NTB/ist).

Sumbawa (Suara NTB) – Untuk menekan kekerasan terhadap anak, yang harusnya dilakukan adalah meningkatkan pembinaan terhadap masyarakat khususnya orang tua. Salah satunya membantu peningkatan ekonomi masyarakat yang cenderung menurun karena Covid-19.

Demikian yang dipaparkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot-Mokhlis dalam debat kandidat yang digelar KPU Sumbawa, Rabu, 28 Oktober 2020.

Iklan

“Meningkatnya angka kekerasan pada anak di masa pandemi ini ada beberapa faktor, yang mempengaruhi yaitu ekonomi, kurangnya pembinaan dan penegakan hukum,” kata Jarot.

Namun, ia menekankan bahwa penegakan hukum adalah jalan terakhir yang akan ditempuh. Pembinaan dan mediasi kepada masyarakat kenapa sampai terjadi kekerasan dan menyelesaikannya secara kekeluargaan yang akan diutamakan.

Pernyataan ini merupakan jawaban dari pertanyaan pasangan nomor 4 yaitu H. Mahmud dan Novi, terkait bagaimana menekan angka kekerasan anak yang terjadi di masa Covid-19 seperti saat ini yang semakin meningkat dari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Jarot melibas pertanyaan dengan tegas dan yakin dengan jawaban bijak dari Jarot-Mokhlis tentang cara menekan kasus kekerasan anak pada masa pandemi Covid-19.

Mokhlis menambahkan, bahwa pemerintahan Jarot-Mokhlis nantinya akan menggunakan skema bantuan dari pusat dan dikolaborasikan dengan kebijakan keuangan daerah sehingga dapat mencukupi kebutuhan dasar masyarakat Sumbawa.

Selain itu, pasangan Jarot-Mokhlis akan memperkuat guru honorer dengan SK Bupati yang akan diberikan kepada ribuan guru honorer di Sumbawa, dan melengkapi fasilitas pendidikan dari kota sampai desa terpencil, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam tuntas belajar 9 tahun dapat tercapai.

“Saat ini pendidikan di Sumbawa hanya berkisar 7,91 tahun, artinya rata-rata umur kelas 2 SMP sudah putus sekolah, masih jauh dari angka 9 tahun pendidikan yang diharapkan,” katanya. (ndi/*).