Tegakkan Protokol Covid-19, Pemprov Kembali Terjunkan 19 OPD Awasi Pasar di Kota Mataram

Para pengunjung destinasi wisata di Pantai Tanjung Bias dan Pantai Loang Baloq mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kasus positif Covid-19 yang terus melonjak di Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar) membuat Pemprov NTB harus turun tangan. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd telah memerintahkan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun melakukan pemantauan dan penegakan protokol Covid-19 di seluruh pasar yang ada di Kota Mataram.

Kepala Satpol PP NTB, Tri Budiprayitno, SIP,M. Si mengatakan, di tengah melonjaknya jumlah kasus positif dan kematian pasien Covid-19. Ternyata kedisiplinan masyarakat menggunakan masker di pasar-pasar tradisional di Kota Mataram  menurun. Hal tersebut sesuai hasil pantauan yang dilakukan seminggu sampai dua minggu sebelumnya.

Iklan

‘’Atas dasar itu, pimpinan daerah (Wagub) memerintahkan kembali OPD turun lagi melakukan pemantauan dan penegakan disiplin protokol Covid-19. Kita mulai dari Mataram. Ada 19 pasar di Mataram,’’ kata Tri dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 12 Juli 2020.

Sebanyak 19 OPD yang diterjunkan Pemprov NTB untuk melakukan pemantauan dan penegakan protokol Covid-19, terutama penggunaan masker, penyediaan sarana cuci tangan dan kebersihan pasar. Sebanyak 19 OPD tersebut diberikan tanggung jawab untuk mendisiplinkan masyarakat, baik pedagang dan pembeli yang masuk ke pasar agar mematuhi protokol Covid-19.

‘’Mereka ini bergabung di Pokso Terpadu yang dibuat Pemkot Mataram. Di Posko Terpadu sejatinya diisi unsur TNI/Polri dan OPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Dishub, Dinas Kebersihan,’’ jelasnya.

Disebutkan 19 OPD yang ditugaskan memantau dan menegakkan protokol Covid-19 di seluruh pasar di Kota Mataram. Yaitu, Dinas Ketahanan Pangan di Pasar Abian Tubuh, Sekretariat DPRD NTB di Pasar Cakranegara, Dinas Kelautan dan Perikanan di Pasar Cemara, DPMPTSP di Pasar Dasan Agung, Dinas ESDM di Pasar Karang Lelede, DP3AP2KB di Pasar Karang Medain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Pasar Karang Jasi Cakra Selatan.

  Ketersediaan Alat Tes Cepat di Sumbawa Mencukupi

Kemudian Dinas Perindustrian di Pasar Karang Sukun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Pasar Kebon Roek, Dinas Perumahan dan Permukiman di Pasar Mandalika, Dinas Pariwisata di Pasar Pagesangan, Dinas Perpusda di Pasar Pagutan, DPMPD dan Dukcapil di Pasar Panglima.

Selanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Pasar Perumnas, Dinas Pemuda dan Olahraga di Pasar Rembiga, Biro Kesra di Pasar Saang Saang, Biro Perekonomian di Pasar Selagalas dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pasar Sindu.

Mantan Kepala BPSDM NTB ini mengatakan selama sepekan terakhir, 19 OPD tersebut sudah melakukan pemantauan. Dari pantuan yang dilakukan,  disiplin penggunaan masker masih banyak masyarakat yang belum mengindahkan.

“Bagi mereka yang tidak menggunakan masker kita minta keluar area pasar. Kita tak lagi melakukan pembagian masker. Rata-rata pembeli dengan alasan lupa. Tapi kita suruh balik. Kalau pedagang rata-rata sudah menggunakan,” katanya.

Pemantauan dan penegakan protokol Covid-19 akan terus dilakukan evaluasi. Rencananya pemantauan dan penegakan disiplin protokol kesehatan pada 19 pasar di Kota Mataram akan dilaksanakan selama dua pekan.

“Kita harapkan masyarakat secara sadar wajib menggunakan masker. Sama seperti menggunakan helm jika mengendarai sepeda motor,” harapnya.

Dari hasil pantauan yang dilakukan Satpol PP ketika turun di lapangan, terutama di destinasi-destinasi wisata baik di Lombok Barat dan Kota Mataram, masyarakat masih abai menggunakan masker. Seperti di Pantai Tanjung Bias Lombok Barat dan Pantai Loang Baloq Kota Mataram.

“Orang terdidik 30-40 persen tak menggunakan masker. Seperti Loang Baloq pada sore hari menjadi pusat keramaian. Banyak yang tak menggunakan masker. Beberapa wilayah di Lobar dibuka seperti Pantai Tanjung Bias. Tetapi protokol Covid diabaikan. Masyarakat ketika masuk ada petugas yang memastikan menggunakan masker. Tapi setelah masuk, mereka  melepas maskernya,” tutur mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB ini.

  Pokir Dewan Dititip di PUPR Kota Mataram Rp 35 Miliar Lebih

Begitu juga pusat keramaian seperti di Taman Udayana Kota Mataram. Sebenarnya, kata pria yang akrab disapa Yiyit ini, kegiatan car free day Udayana belum dibuka oleh Pemkot Mataram. Namun, hasil pantauan yang dilakukan Minggu, 12 Juli 2020, kawasan Udayana sudah ramai. Baik oleh masyarakat yang berolahraga maupun para pedagang.

Sehingga pihaknya sudah berkomunikasi dengan Asisten I Kota Mataram. Kalau belum dibuka dan diidentifikasi kerumunan massa yang melanggar protokol Covid. Kita larang saja,” katanya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here