Tega, Seorang Istri di Aikmel, Aniaya Suami yang Lumpuh

Petugas saat mendatangi kediaman KDRR yang dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya yang tengah stroke pada 2 Juli lalu.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Tindakan tak terpuji seorang istri, RA (43) yang menganiaya suaminya, HS (66) warga Dusun Lian Daya Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur (Lotim) viral di lama media sosial. Pasalnya, Rukyah tega menganiaya suaminya yang tengah stroke saat dimandikan di rumahnya pada, Kamis 2 Juli lalu.

Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terekam dalam video amatir warga yang berusia sekitar lima menit. Dimana, sang suami hanya bisa pasrah menerima kekerasan oleh istrinya sendiri. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa kali, kepala HS ditendang istrinya sendiri.

Iklan

Atas beredarnya video ini, pihak kepolisian terutama Babhinkamtibmas Desa Aikmel Utara bersama pemerintah desa dan Pemkab Lotim langsung turun tangan.

Petugas langsung mendatangi kediaman pasangan suami istri ini untuk diberikan pengayoman dan nasihat agar seorang istri tetap memberikan baktinya kepada suami. Terutama dalam kondisi sakit untuk dirawat sebaik-baiknya. Tak luput, petugas memberi peringatan kepada Rukyah berupa teguran tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

Dalam rilis kepolisian, HS mengidap penyakit stroke cukup lama. Semenjak itu, ia dirawat oleh istrinya seorang diri. Beralasan lelah, istrinya kemudian membiarkan HS tidur di teras rumah dengan pagar terpal. Antara HS dengan RA menikah dikaruniai dua orang anak. Perbedaan usia pasangan suami istri ini berpaut 15 tahun.

Menyikapi video viral tersebut, Kanit Reskrim Polsek Aikmel. Aiptu. I Wayan Gede Sumarsana,SH bersama dengan Kasium Polsek Aikmel Aipda. Candra Wirajata dan Bhabinkamtibmas Desa Aikmel Utara mendatangi TKP perihal kebenaran video viral tersebut dan menemui, Pjs Kades Aikmel Utara, Purnama Hadi,SH dan Kawil Dasan Lian Utara Abu Bilal.

  Dana Diklat BPSDM Provinsi NTB Diduga Fiktif

Dalam keterangannya, keduanya membenarkan perihal video viral terkait kekerasan fisik dalam rumah tangga tersebut.

Dalam keterangannya pelaku, RA mengakui telah melakukan kekerasan fisik kepada suaminya pada saat memandikannya di gang depan rumahnya dengan cara menendang menggunakan kaki kanan sebanyak 3 kali ke arah pipi kiri dan bahu kiri. Keterangan pelaku identik dengan video yang sedang viral.

Pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap suaminya karena merasa lelah mengurus suaminya yang mengalami stroke. Dimana korban telah mengalami stroke sejak satu setengah tahun terakhir yang menyebabkan korban tidak bisa beraktivitas seperti biasa dan sulit berkomunikasi dengan baik. Bahkan, segala kegiatan yang dilakukan selama ini selalu dibantu oleh istri.

Pelaku mengakui semua perbuatannya. Pelaku mengaku bersalah dan sanggup tidak mengulangi perbuatan yang sama serta meminta maaf kepada suaminya tertuang dalam surat pernyataan dan video permohonan maaf. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here