Tawarkan Remaja, Dua Mucikari Diciduk Polisi

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat, mengamankan dua terduga Mucikari. Mereka yang berinisial IW (17) dan SD (21) tidak berkutik setelah dilakukan penggerebekan di salah satu kos-kosan di lingkungan Kelurahan Telaga Bertong, Senin, 16 April 2018 malam.

Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Agus Indra SIK, Selasa, 17 April 2018 membenarkan adanya pengungkapan terhadap kasus tersebut. Bahkan dua orang terduga pelaku (IW dan DS) saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka serta dilakukan penahanan di Mapolres setempat guna dilakukan proses lebih lanjut.

Iklan

Sementara itu, terhadap korban yang diketahui berinisial DS (18) warga kecamatan Lape,Kabupaten Sumbawa saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif. Sedangkan dua orang lainnya diduga “penikmat” pihak terkait hanya memberlakukan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Kedua pelaku dijerat dengan pasal 296 KUHP terkait tindak pidana mempermudah perbuatan cabul, dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan penjara,” ujarnya.

Dikatakannya, pengungkapan terhadap kasus ini berdasarkan adanya laporan masyarakat terkait aktivitas tersebut. Mendapat laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidakan ke salah satu kos-kosan berdasarkan info dari masyarakat. Setelah memastikan bahwa ada aktivitas “jual beli” pihaknya langsung melakukan penggerebekan.

Saat digerebek, ternyata di dalam kos-kosan tersebut tidak hanya ada tiga orang melainkan ada empat orang. Dua orang merupakan “penikmat” dari ABG tersebut dan dua orang lainnya merupakan mucikari. “Saat kita gerebek ternyata mereka baru saja selesai melakukan hubungan badan. Mereka juga tidak bisa mengelak lagi, karena bukti lapangan cukup kuat,” sebutnya.

Dari tangan para tersangka pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp800 ribu. Dimana mucikari mendapatkan jatah sekitar Rp500 ribu dan korban yang dijual mendapatkan jatah sekitar Rp300 ribu.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap DS, bahwa dia sudah sering menjajakan diri, kadang secara pribadi langsung juga melalui IW dan SD. Pihaknya juga segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Disos) untuk bisa mencari jalan keluar terhadap masalah DS. Harapannya supaya DS tidak lagi melakukan aktivitas yang sama dan bisa berubah.

“Kita indikasikan bahwa DS ini mata pencahariaannya dari jual diri. Makanya kita akan gandeng disos untuk mengubah prilaku DS untuk bisa lebih baik,” tandasnya. (ils)