Tawaran ke Rinjani Pakai Helikopter

Royal Sembahulun (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tawaran Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. H. M. Sukiman Azmy, MM., untuk menggunakan helikopter ke Gunung Rinjani maupun Segara Anak mendapat respons dari para pelaku wisata. Mereka menilai tawaran tersebut cukup bagus dan boleh-boleh saja direalisasikan. Akan tetapi, bupati diminta merinci manfaat dan kerugiannya bagi Pemda dan masyarakat.

 “Saya kira boleh-boleh saja itu, namun pak bupati harus merinci manfaat dan kerugiannya bagi Pemda dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Rinjani,”terang Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Lotim, Royal Sembahulun, kepada Suara NTB, Selasa, 21 Juli 2020.

Iklan

Menurutnya, secara pangsa pasar penggunaan helikopter tersebut sudah jelas, yaitu pangsa pasarnya orang-orang khusus yang memiliki uang lebih. Namun, harus diperhatikan juga dampaknya terhadap ekosistem di sekitar Gunung Rinjani. Apabila Pemda tidak mendapatkan manfaat apapun dan masyarakat dirugikan. Maka  bupati harus mengurungkan niat dan tawarannya tersebut, karena jelas akan mendatangkan mudarat yang lebih banyak.

 “Secara pribadi, saya tidak melihat penggunaan helikopter ke Rinjani tidak ada manfaatnya kepada masyarakat, sama sekali tidak ada hubungannya,”ungkapnya.

Berbeda halnya dengan kuda jelas bisa dan dapat menguntungkan. Dikarenakan dipandu oleh joki yaitu para pelaku dari masyarakat. Adapun jumlah porter di wilayah Sembalun yang menggantungkan hidup dari pendakian Rinjani sebanyak 700 orang lebih. Maka dari itu, pemerintah melakukan pendekatan dalam hal melindungi hak-hak porter.

 “Saya lebih setuju gaji porter dinaikkan dan diatur melalui regulasi pemerintah. Sehingga ke depan porter tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi sebagai profesi yang menjanjikan. Masalah harga  paket wisata akan menyesuaikan,” terangnya.

Sementara untuk pencaharian saat ini, para porter masih berstatus buruh lepas, sehingga masih kurang perlindungan. Dari segi penghasilan rata-rata masyarakat dianggap sejahtera, penghasilan porter dengan standar gaji saat ini masih tergolong masyarakat berpenghasilan rendah atau masih dalam katagori masuk miskin. “Di masa depan, porter benar-benar dapat perlindungan ketenagakerjaan,” harapnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here