Tatanan Kenormalan Baru Masih Dikaji

0
Walikota Mataram didampingi Sekretaris Daerah, H. Effendi Eko Saswito dan pimpinan OPD lainnya membahas rencana kenormalan baru usai rapat paripurna di Pendopo Walikota Mataram, Selasa, 8 Juni 2020. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki transisi tatanan kenormalan baru atau new normal, sebagian kegiatan publik di Mataram kembali bergerak. Aktivitas masjid tidak lagi dibatasi. Pusat perbelanjaan dan toko – toko mulai bergeliat. Untuk sepenuhnya normal baru sedang dilakukan dikajian. Kepatuhan pada protokol kesehatan Covid-19 jadi kunci dalam beraktivitas.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan, menuju normal baru memiliki proses yang harus dipenuhi oleh daerah dan harus memiliki izin dari Kementerian Kesehatan. Tatanan kenormalan baru di Kota Mataram sedang dipersiapkan Peraturan Walikota. Regulasi ini sedang dibahas. Meskipun demikian, fakta di lapangan masih ada penambahan – penambahan pasien terpapar Covid-19.

IKLAN

“Kita masih sedang mempersiapkan dan mengkaji menuju new normal itu,” kata Walikota, Selasa, 9 Juni 2020.

Kasus positif Covid-19 sampai tanggal 9 Juni mencapai 312. Meninggal dunia 14 orang, 148 orang masih dalam perawatan dan 150 sembuh. Pasien dalam pengawasan 272 orang, 48 orang dalam pemantauan dan 23 orang tanpa gejala.

Penambahan positif dan PDP terus bertambah meskipun belum diketahui hasil uji usap apakah positif atau negatif. “Faktanya penambahan terjadi setiap hari,” tandasnya.

Tim Gugus Tugas Penanangan Covid-19 terus bekerja mengingatkan masyarakat untuk waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Walikota menambahkan, salah satu bentuk pencegahan penyebaran virus Corona dengan mengoptimalkan program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Program ini terus dikawal dan awasi supaya tidak kendor.

“Memang akibat ini masyarakat cukup lama hampir tiga bulan mereka merasa terbatasi aktivitasnya. Jadi kadang masyarakat jenuh dan cukup berbahaya dan justru menurunkan imun,” ujarnya.

Tantangan Pemkot Mataram bahwa fakta di lapangan masyarakat telah beraktivitas normal seperti biasa. Padahal di satu sisi, kenormalan baru belum diterapkan di Kota Mataram karena tingkat positive rate tinggi.

Menurutnya, masyarakat cukup rajin membaca dan mendengar informasi dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri tatkala tim gugus tugas kencang pencegahan dan penanganan, tetapi masyarakat menormalkan diri. “Tapi kita tetap sosialisasi agar menjaga diri. Rajin pakai masker, cuci tangan dan cek suhu tubuh,”demikian kata dia. (cem)