Tata Kawasan Pelabuhan, Pelindo Siapkan Lapak Bagi PKL

Baharudin (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelindo III Lembar menyiapkan lapak bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di  areal pelabuhan. Langkah ini untuk menata kawasan pelabuhan. Dan mencegah para PKL masuk berjualan ke kapal sehingga mengganggu operasional.

GM Pelindo III Baharudin mengatakan, pihaknya tak mengizinkan pedagang asongan masuk berjualan ke kapal karena pihaknya ingin menata dan mengubah pola PKL agar lebih tertib. Selain, para pedagang asongan yang masuk mengganggu operasional karena masuk areal kerja pelabuhan. Dikhawatirkan ketika terjadi insiden menimpa pedagang justru menjadi masalah bagi Pelindo.

Iklan

“Kami ingin menata agar lebih tertata,”jelas dia ditemui di kantornya, Jumat, 23 Oktober 2020.

Awalnya pedagang ini tertib berjualan, namun begitu masuk kapal penumpang Roro semua pedagang mau masuk ke dalam areal pelabuan dan kapal untuk berjualan. Sehingga tidak hanya menganggu operasional dan membuat PKL yang berjualan di lapak menjadi keberatan. Namun setelah melalui proses musyawarah akhirnya mereka mau jualan di lapak yang telah disediakan.

Untuk memfasilitasi pedagang berjualan, pihaknya sendiri telah membuatkan lapak jualan. Bahkan pihaknya sudah memindahkan lapak yang tadinya berada di pinggir jalan ke areal yang lebih aman. Sebab kalau di pingir jalan terkena debu pengangkutan batu bara. Pihak pelindo sendiri menyiapkan lahan kemudian PKL memindahkan bangunan lapak ke areal yang baru tersebut.

“Kami sangat peduli ke mereka (PKL),”ujar dia.

Selain itu, pihaknya menyarankan ke pihak desa agar membuat semacam wadah seperti koperasi untuk lebih gampang berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait di pelabuhan. Desa melalui Bumdes bisa memenuhi kebutuhan makan semua kapal, sehingga bisa memperoleh dampak yang lebih besar. Disamping itu PKL menjadi lebih tertib.

“Misalnya kalau semua pihak kapal butuh makan, maka bisa disuplay oleh Bumdes bekerjasama dengan pedagang (PKL red),” tukas dia. (her)