Tarik Parkir di Tempat Terlarang, Puluhan Jukir Liar Diduga Pungli Diamankan

Sejumlah juru parkir berjalan di Mapolresta Mataram, Senin, 11 Oktober 2021. Sejumlah juru parkir diamankan tim gabungan Dishub Kota Mataram, Satpol PP Kota Mataram, dan Polresta Mataram terkait dugaan pungli penarikan retribusi parkir.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 21 juru parkir (Jukir) liar diamankan Senin, 11 Oktober 2021. Mereka beroperasi menarik parkir di tempat-tempat terlarang. Retribusi parkir ini diduga masuk kantong pribadi. Praktik ini mengindikasikan kebocoran parkir Kota Mataram belum tertangani.

“Dari keterangan Dishub, mereka ini tidak terdaftar apalagi menyetorkan. Kegiatan ini berangkat dari informasi adanya dugaan pungli,” ucap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa dikonfirmasi usai kegiatan pengamanan bersama Dishub Kota Mataram dan Satpol PP Kota Mataram. Tim gabungan ini pada Senin pagi kemarin menyisir sejumlah titik yang diduga selama ini dihuni Jukir liar. Antara lain Jalan Sriwijaya dan Jalan Majapahit, Kecamatan Mataram. Serta Jalan Pejanggik, Kecamatan Cakranegara.

Iklan

“Yang kita amankan ada 21 orang. Di beberapa titik. Khususnya di titik yang tidak boleh ada parkir. Misalnya di tempat sosial, pendidikan, tempat ibadah dan perkantoran,” ucapnya. Salah satu contohnya, parkir di Kantor Pos Mataram di Jalan Sriwijaya. Jukir menarik retribusi dari pengguna layanan. Kecuali di lokasi tersebut sedang diadakan event tertentu sehingga menjadi tempat parkir insidentil.

Puluhan Jukir tanpa izin ini kemudian dimintai keterangan. Hasil sementara didapat keterangan bahwa sudah beroperasi sejak lama. Setiap lahan parkir dikelola bergantian. “Variasi rata-rata pengambilannya setiap hari ada yang dapat Rp20 ribu, Rp25 ribu, ada juga yang Rp60 ribu tergantung ramai tidaknya tempat itu,” urai Kadek Adi.

Pengelolaan parkir ini sudah diatur dalam Perda Kota Mataram No7/2015 tentang pengelolaan parkir dan Perda Kota Mataram No9/2018 perubahan atas Perda Kota Mataram No2/2011 tentang Pajak Parkir. “Penarikan parkirnya ini dalam bentuk retribusi dan pajak,” urai Kadek Adi yang usai kegiatan langsung mengklarifikasi pejabat Dishub Kota Mataram terkait mekanisme perparkiran.

Khusus untuk penarikan retribusi, Jukir yang mengelola harus memiliki izin dari Dishub. Menindaklanjuti penertiban tersebut, Jukir yang diamankan ini masih diberi kesempatan untuk mengurus kelengkapan administrasi. “Diberi pembinaan dulu. Apabila tetap ingin jadi Jukir, diberi kesempatan untuk mengurus perizinannya. Dari Dishub juga diberi arahan agar mereka ini diterima dan dilayani dengan baik,” terangnya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional