Tarif Retribusi Pasar Tradisional Naik

Suasana di Pasar Mandalika, Rabu, 1 September 2021 terlihat lengang. Dinas Perdagangan sedang menggodok peraturan untuk menaikkan retribusi pasar tradisional. Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan PAD. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan akan menaikkan tarif retribusi pasar tradisional. Regulasi berupa peraturan walikota sedang digodok. Kebijakan ini sebagai upaya mengejar target pendapatan asli daerah (PAD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Syamsul Irawan menjelaskan, peraturan tentang kenaikan tarif retribusi pasar tradisional masih tahap sosialisasi ke pedagang. Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan penyesuaian tarif retribusi.

Iklan

Kenaikan tarif retribusi disesuaikan dengan tipe pasar. Untuk pasar tipe C tidak mengalami perubahan dari retribusi sebelumnya Rp500. Kebijakan itu hanya berlaku bagi pasar dengan tipe A dan tipe B. Pasar tipe B dari retribusi sebelumnya Rp600 naik menjadi Rp1.000. Sedangkan, pasar tipe A seperti Pasar Mandalika, Pasar Kebon Roek dan Pasar Pagesangan dari tarif Rp800 naik menjadi Rp1.500. “Kami masih tahapan sosialisasi. Setelah itu langsung ke penerapan,” kata Syamsul dikonfirmasi, Rabu, 1 September 2021.

Situasi pandemi Covid-19 diakui, menjadi tantangan. Skenarionya adalah mensosialisasikan lebih awal kenaikan tarif tersebut dengan harapan capaian retribusi pasar bisa terpenuhi. Pihaknya optimis dengan pola pendekatan yang dilakukan kepala pasar seperti sosialisasi, mengimbau pedagang serta menyiapkan sarana – prasarana target bisa tercapai. “Kita tetap optimis makanya berbagai upaya kita lakukan,” timpalnya.

Tetapi perlu menjadi perhatian adalah secara global bagaimana kondisi aman dari pandemi Covid-19. Apalagi sudah ada kurva pelandaian kasus di Mataram. Tercatat 62,5 persen lingkungan zona hijau. Sementara, sisanya masuk zona kuning dan orange.

Syamsul menyebutkan, dari target Rp8 miliar di tahun 2021, capaian baru terealisasi sekitar 40 – 50 persen. Sisa waktu empat bulan ini, kepala pasar yang memiliki target meningkatkan kembali capaiannya. “Meskipun pandemi ini paling tidak target kepala pasar mendekati target,” harapnya.

Mantan Camat Ampenan ini menekankan, meskipun tidak ada kota yang mampu mengendalikan sepenuhnya pandemi Covid-19. Tetapi paling tidak pedagang khususnya pelaku usaha kecil menengah didorong untuk kembali meramaikan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tingginya transaksi di pasar akan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional