Tarif PDAM akan Dinaikkan

Mataram (suarantb.com) – Tarif PDAM akan segera dinaikkan awal tahun depan. Kenaikan ini dalam rangka penyesuaian dengan Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif. Jika tarif PDAM yang diberlakukan di daerah belum menutupi biaya sesuai perhitungan tersebut, maka pemerintah daerah wajib menutupi kekurangan tersebut melalui alokasi anggaran dalam APBD dalam bentuk subsidi PDAM.

Demikian disampaikan Direktur Utama PDAM Giri Menang Mataram, H. Lalu Ahmad Zaini, Jum’at, 9 Desember 2016.

Iklan

Demikian juga dengan pemberian subsidi PDAM tersebut oleh pemda telah diatur dalam Permendagri Nomor 70 Tahun 2016 tentang Subsidi untuk Tarif Air Minum. Kedua peraturan tersebut menegaskan bahwa tarif PDAM tiap-tiap daerah harus naik. “Intinya dalam peraturan-peraturan itu, tarif PDAM harus naik,” terangnya.

Persentase kenaikan tarif tersebut disesuaikan kemudian. Akan tetapi, Zaini mengatakan, tolok ukur kenaikan tarif PDAM dapat disesuaikan sebesar 4 persen dari upah minimum regional (UMR). Jika dilihat dari UMR NTB saat ini, maka nilai 4 persen tersebut sekitar Rp 70 ribu per bulan.

Saat ini tarif yang dikenakan untuk warga berpenghasilan rendah sebesar Rp 25 ribu per bulan.

Dengan demikian, untuk menentukan persentase kenaikan tarif tersebut harus melalui tinjauan penggunaan PDAM di daerah terkait. Menurut Zaini, kenaikan tarif tersebut merupakan salah satu langkah percepatan untuk memperluas cakupan dan peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Sementara ini, tarif PDAM di Kota Mataram masih berlaku tarif dasar sebesar Rp 800 per meter kubik. Kenaikan tarif ini dipastikan tidak akan lebih dari Rp 2 ribu per meter kubik. Sebelum kenaikan tarif diberlakukan, Zaini mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (rdi)