Tarif Listrik Naik, Program Pengentasan Kemiskinan Makin Sulit

Taliwang (Suara NTB) – Adanya kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) akan sangat berpengaruh dalam menurunkan angka kemiskinan. Belum lagi kebutuhan akan listrik ini sangat penting bagi masyarakat, sehingga mau tidak mau kenaikan tersebut akan sangat berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk miskin.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST kepada Suara NTB belum lama ini tidak memungkiri penurunan angka kemiskinan di Sumbawa Barat akan semakin sulit. Bahkan kenaikan ini sangat berpengaruh bagi masyarakat miskin apalagi masyarakat yang rentan miskin. Belum lagi dengan kondisi tersebut kembali diperparah dengan sempitnya lapangan pekerjaan maka mau tidak mau akan menimbulkan masyarakat miskin baru. Sehingga program pengentasan kemiskinan akan jauh lebih berat apabila dibandingkan dengan sebelum TDL ini naik.

Iklan

“Saya berharap pemerintah harus konsisten dengan apa yang menjadi kebijakan awal dalam masalah pengentasan kemiskinan inu. Apabila TDL ini dinaikkan, bukan menyelesaikan masalah, malah tambah masalah,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, sebenarnya Pemkab Sumbawa Barat sudah menggelontorkan ratusan miliar untuk penanggulangan masalah ini. Bahkan program-program pengentasan kemiskinan terus digalakkan supaya angka kemiskinan ini bisa diturunkan sesuai target sebanyak dua persen.

Tapi, dengan melihat kondisi saat ini, maka mau tidak mau penanggulangan masalah ini akan jauh lebih sulit. Bahkan tidak menutup kemungkinan dengan program yang bernilai Rp  127 miliar tersebut tidak akan berdampak maksimal apabila TDL ini dinaikan.

“Kita sudah mem-back up masyarakat dengan program pengentasan kemiskinan dengan harapan angka kemiskinan bisa diturunkan, tetapi kondisi ini (kenaikan TDL) akan lebih menyulitkan lagi,” ujarnya.  Seraya menegaskan, suka tidak suka kenaikan TDL ini akan memacu adanya masyarakat miskin baru. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here