Tarif Hotel akan Disesuaikan Kembali

Weni Kristanti. (Suara NTB/bul)

Giri Menang (Suara NTB) – Tingkat kunjungan ke hotel (okupansi) mengalami tanda-tanda perbaikan pasca diberlakukannya kenormalan baru (new normal). Hotelpun berinisiatif melakukan penyesuaian kembali tarif. Seperti halnya di Hotel Aruna Senggigi. Dalam dua bulan terakhir, okupansi hotel trennya naik. Didukung oleh kegiatan-kegiatan dari kementerian dan instansi. “Bahkan tidak jarang kamar kita terisi full,” kata General Manajer Hotel Aruna Senggigi, Weni Kristanti.

Memang terlihat okupansi hotel bintang empat ini. Kegiatan pertemuan terlihat ramai, Kamis, 22 Oktober 2020. Diantaranya, dari Kementerian Perhubungan, ada juga dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Weni mengatakan, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition / Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) mulai menggeliat. Setelah sempat nyungsep karena pandemi Covid-19.

Iklan

Okupansi di aruna rata – rata 40 persen. Dalam dua bulan terakhir, sejumlah kegiatan terselenggara di Aruna. Rata-rata kegiatan yang didukung ballroom yang memadai. Weni mengatakan, selaian didukung kegiatan dari kementerian-kementerian, dinas dan instansi lainnya, potensi yang tak kalah mendukung adalah kunjungan wisatawan lokal daerah.

Untuk itu, Aruna Senggigi sudah mempertimbangkan akan menyesuaikan kembali harga, mengarah ke harga normal. Dalam keadaan normal, harga rata-rata kamar Rp600.000, umumnya kamar type deluxe. “Kita sedang mempersiapkan untuk memberlakukan harga normal. Karena ini kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, setelah pandemi corona, hotel-hotel melakukan promo, menyesuaikan tarif di bawah normal. Hal yang sama juga dilakukan oleh Aruna Senggigi. Kendati memberlakukan promo harga sejak beberapa waktu kebelakang, Weni menegaskan tanpa mengurangi kualitas layanannya. Meskipun perlakuan pelayanan di hotel saat pandemi berbeda dari biasanya. Wajib disediakan masker kepada tamu yang menginap, handsanitizer, serta penyemprotan disinfektan secara berkala setiap ruangannya.

Karena terjadi perbaikan okupansi, Weni mengatakan, karyawan yang jumlahnya sebanyak 100-an orang, jam kerjanya semakin dinaikkan. Dari awalnya saat dilakukan efisiensi, jam kerja hanya 30 persen, kemudian naik menjadi 50 persen, saat ini sudah 70 persen. Meski tingkat kunjungan terus naik di Aruna Senggigi, Weni menegaskan, hotel tidak serta merta longgar terhadap protokol Covid-19.

Terutama kepada tamu-tamu yang berasal dari luar daerah. Wajib harus menunjukkan surat-surat sehat yang diterbitkan oleh otoritas. “Hasil rapid selama perjalanan, dari pemberangkatan pasti dicek. Kemudian tiba di bandara sini juga pasti dicek. Surat-suratnya harus ada. Dan kita pastikan sudah oke sehat, baru boleh masuk hotel,” ujarnya. Aruna Senggigi juga menerapkan protokol Covid-19 kepada setiap tamunya. Misalnya, sebelum masuk hotel harus melewati bilik disinfektan. Dicek suhu tubuhnya, dan harus menggunakan masker. Disetiap tempat juga dipasang pembatas jarak antar satu dan yang lainnya. Salah satunya di lift. (bul)