Tari Kolosal Gambarkan Masuknya Islam di NTB

Mataram (suarantb.com) – Tepuk tangan riuh penonton dan dari Presiden Joko Widodo mengakhiri penampilan tarian kolosal pembukaan MTQ Nasional 26, Sabtu, 30 Juli 2016 malam. Sorotan kamera dari berbagai arah berusaha mengabadikan setiap gerakan dari para penari.

Dalam balutan kostum warna-warni karya Lucky Wijayanti, para penari menari dengan lincah dan kompak. Properti yang dibawa para penari juga dihiasi lampu yang menambah semarak suasana. Penari perempuan membawa dulang, sedangkan laki-laki membawa tongkat kayu. Alunan musik dengan irama menghentak juga semakin menyulut semangat penari.

Tarian ini juga diselingi pembacaan narasi mengenai kisah masuknya Islam di Lombok, yakni kedatangan Sunan Prapen dari Jawa, Datuk Ribandang dari Sumatera dan Kesultanan Ternate Tidore. Sesuai dengan tema tarian yang mengangkat akulturasi budaya dalam penyebaran Islam di Lombok.

Properti kapal yang digunakan juga menambah kesan nyata dari perjalanan yang dilakukan Sultan Tidore ke bumi Lombok. Sultan Prapen dengan diarak menggunakan tabui’ juga duduk dengan gagah. Para penari ini menunjukkan kharisma luar biasa dalam memerankan para penyebar Islam tersebut.

Tarian yang dibawakan 500 orang penari anak, dari tingkat SD, SMP dan SMA se-Kota Mataram tersebut disutradarai Lalu Suryadi Mulawarman. Selain sebagai sutradara, Surya, sapaan akrabnya, juga berperan sebagai koreografer.

Seminggu sebelum pementasan, Surya menceritakan kekagetannya karena setelah latihan berbulan-bulan bersama 300 penari, pemerintah daerah memberi tambahan 200 penari. Latihan yang sudah dilakukan berbulan-bulan harus diatur kembali konfigurasinya karena penambahan penari tersebut.

Namun segala kekhawatiran bisa dihapuskan dengan kerja keras yang terus dilakukan Surya dan timnya. “The show must go on,” ujarnya. Pada malam pembukaan MTQ Nasional ke-26 semua hasil kerja keras tersebut terbayarkan. (ros)