Targetkan 15.000 Bibit, Sinergi NTB Pilih Jotang dan Lamenta sebagai “Pilot Project”

Direktur Sinergi NTB, Samsun Hidayat dan Perwakilan Bidang Kerjasama UTS, Muhammad Iqbal meninjau progress kegiatan Kebun Bibit Desa Jotang dan Kelompok Lancar Jaya di Desa Lamenta. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Direktur Sinergi NTB Samsun Hidayat menargetkan 15.000 bibit tersedia di Kecamatan Empang, dari 20.000 bibit yang dialokasikan untuk Kabupaten Sumbawa. 15.000 bibit tersebut telah dipastikan berada di dua desa yaitu Desa Jotang dan Desa Lamenta. Menurut Samsun, dipilihnya dua desa tersebut didasarkan pada hasil FGD di Kaloka Hotel Sumbawa 22 Agustus lalu.

‘’Di FGD sudah ada satu desa sasaran yaitu Batu Tering. Namun kompleksitas isu dari rekomendasi FGD, Jotang dan Lamenta kita masukkan dengan harapan tiga desa bisa jadi pilot project,’’ jelas Samsun, Jumat, 11 September 2020.

Iklan
Ketua Kelompok Sadar Lingkungan “Lancar Jaya” Desa Lamenta Amwalihin Hengky bersama Direktur Sinergi NTB, Samsusn Hidayat. (Suara NTB/ist)

Di waktu yang sama hadir juga Perwakilan Bidang Kerjasama UTS Muhammad Iqbal mendampingi Direktur Sinergi NTB meninjau progress kegiatan Kebun Bibit Desa Jotang dan Kelompok Lancar Jaya di Desa Lamenta.

Muhammad Iqbal mengaku, kehadirannya bertujuan memastikan kolaborasi program MERDEKA milik UTS dengan Kader Lestari Fellowship program milik Sinergi NTB dan Dinas LHK NTB maksimal menyelesaikan persoalan lingkungan dan kehutanan.

‘’Saya ingin pastikan kolaborasi kita sesuai harapan dan bisa menyelesaikan berbagai masalah lingkungan khususnya kehutanan,’’ jelas Iqbal.

Adanya program Kader Lestari Fellowship dari Sinergi NTB dan Dinas LHK NTB disambut baik oleh Kepala Desa Jotang Herman Hakim, SIP. Kades yang akrab disapa Bagas ini mengaku Program Kader Lestari sangat bisa dikolaborasikan dengan beberapa program prioritas desanya. ‘’Program ini bagus, kita butuh hal seperti ini untuk bersama sama memaksimalkan program program yang kami miliki,’’ ujar Bagas.

Sementara Ketua Kelompok Sadar Lingkungan “Lancar Jaya” Desa Lamenta Amwalihin Hengky mengaku, Kader Lestari Fellowship bisa menjadi langkah awal membumikan gerakan Hijaukan NTB. ‘’Program ini akan bisa menjadi langkah awal yang baik untuk hijaukan NTB,’’ kata Hengky.

Dalam rangka monev dan evaluasi kegiatan kebun bibit desa, Tim Sinergi NTB akan melanjutkan kunjungan ke tiga kabupaten/kota lainnya untuk melihat progress kegiatan.

Direktur Sinergi NTB menargetkan progres 50.000 bibit akan terlihat bulan November sehingga siap tanam paling lambat Januari 2021. ‘’ Saat ini kita masih evaluasi progress. Harapannya bibit yang ada akan siap tanam paling lambat Januari 2021,’’ demikian Samsun. (r)