Target Uji Coba Awal 2022, NTB Kembangkan Pembuatan Vaksin Covid-19

Tim dari Unram memaparkan rencana pengembangan pembuatan vaksin Covid-19 ke Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Selasa, 15 Juni 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Setelah sukses menemukan alat rapid test antigen Covid-19, NTB akan mengembangkan pembuatan vaksin Corona. Pembuatan vaksin Covid-19 dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram bersama Laboratorium Hepatika NTB dengan dukungan Pemprov NTB.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K)., M. Kes., menjelaskan, pengembangan pembuatan vaksin Covid-19 merupakan kelanjutan dari proyek pembuatan rapid test antigen Entram yang sudah mulai diproduksi massal.

Iklan

‘’Sekarang akan kita lanjutkan dengan membuat vaksin Covid-19. Karena vaksin ini sampai sekarang masih jadi kendala. Semua kita impor. Sementara dari impor itu juga terbatas,’’ ujar Hamsu dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 16 Juni 2021.

Ia mengatakan, NTB harus membuat terobosan dengan membuat vaksin Covid-19. Apalagi, pembuatan vaksin Covid-19 juga menjadi prioitas nasional, bukan hanya prioritas daerah.

‘’Untuk persiapannya sudah ada timnya. Kemudian, Pemprov NTB juga memberikan support untuk pengembangan vaksin ini,’’ jelasnya.

Hamsu mengatakan, waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan vaksin Covid-19 sekitar satu tahun. Ditargetkan, awal tahun 2022, vaksin Covid-19 yang dibuat oleh tim peneliti dari Unram dan Laboratorium Hepatika sudah bisa dilakukan uji coba.

‘’Jadi harus punya waktu yang cukup, tak bisa terburu-buru. Unram dan NTB pasti bisa bikin vaksin. Karena kita punya SDM dan pengalaman yang cukup. Kemudian, peralatan juga memadai. Cuma anggarannya yang memang kurang,’’ katanya.

Untuk pembuatan vaksin Covid-19 ini, sebut Hamsu, dana yang dibutuhkan sekitar Rp15 – 20 miliar. Sehingga, harus ada kolaborasi dengan beberapa pihak lain, termasuk Pemprov NTB.  Harapannya perusahaan-perusahaan nasional maupun daerah juga ikut mendukung dalam pengembangan vaksin ini.

‘’Kalau Pemda punya keterbatasan juga. Tapi ada komitmen Pak Gubernur untuk membantu. Sekarang ini sudah mulai tahap persiapan. Tapi butuh tahapan yang panjang. Langkah-langkah persiapan sudah. Teman-teman sudah bisa membuat antigennya,’’ katanya.

Tim peneliti dari Unram sudah bisa menumbuhkan antigennya. Sehingga harapannya nanti  tidak membeli dari luar untuk antigennya. ‘’Bahan bakunya sebagian dari NTB, tapi mungkin di tahap awal kita masih beli dari luar,’’ katanya.

Hamsu menambahkan, Unram dan Hepatika punya fasilitas yang cukup untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Selain itu, Unram dan Hepatika juga sudah punya pengalaman untuk membuat vaksin hepatitis.

‘’Dosen-dosen Unram dan Laboratorium Hepatika, sudah banyak menghasilkan vaksin. Antara lain vaksin hepatitis, yang sudah cukup terkenal. Ini kan prinsip pembuatannya mirip. Hepatitis itu virus juga. Sehingga, dengan pengalaman itu maka teman-teman peneliti, tim pengembangan vaksin ini sangat yakin bisa mengembangkan vaksin untuk Covid-19,’’ ucapnya.

Hamsu menambahkan, semua berharap vaksin ini dapat segera diproduksi. Namun, harus  realistis sesuai kaidah ilmiah yang ada. Dengan prinsip vaksinnya bermanfaat, efikasinya baik, aman, dan tidak menimbulkan efek samping.  ‘’Sehingga memang tak bisa buru-buru. Tapi kemungkinan awal tahun depan baru bisa uji coba,’’ pungkasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional