Target Serapan Beras di Sumbawa Menurun

Kurnia Rahmawati. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bulog Sumbawa menargetkan serapan beras di tahun 2021 ini sebesar 17.667 ton. Target ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 lalu yakni 19.480 ton.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Kurnia Rahmawati, STP membenarkan hal tersebut. Turunnya target serapan ini karena pihaknya sekarang lebih kepada manajemen stok. Artinya tidak hanya menumpukkan stok, tetapi juga disesuaikan dengan penyaluran yang dilakukan. Sehingga stok yang tersedia tetap segar.

Iklan

“Kalau seperti sekarang ini kita stoknya hanya 2020 saja, tidak ada stok yang lama. Berbeda pada tahun 2020 kemarin, kita masih ada stok 2019 dan stok 2018. Untuk itu makanya kita pengadaan juga tidak terlalu banyak, tapi kita sesuaikan dengan penyalurannya,” ujarnya Jumat, 8 Januari 2021.

Saat ini, jelasnya, stok yang tersedia sebanyak 8.500 ton setara beras. Sedangkan kebutuhan untuk wilayah Bulog Sumbawa (Kabupaten Sumbawa dan KSB) selama satu bulan sebesar 600 ton. Sehingga stok yang ada bisa mencukupi hingga 14 bulan ke depan. Dengan jumlah target yang ditetapkan, pihaknya optimis bisa terserap hingga akhir tahun 2021.

“Insya Allah kita optimis bisa terserap kalau 17 ribu ton,” ucapnya.

Untuk mencapai serapan tersebut, pihaknya berharap bisa melakukan percepatan penyaluran di awal tahun ini. Sehingga tidak ada permasalahan di space gudang yang dapat menghambat pengadaan. Selain itu, pengadaan nantinya juga tetap dimaksimalkan. Terhadap harga sendiri, diakuinya masih mengacu kepada Permendag yang sebelumnya.

“Harga masih sama. Kita masih mengacu kepada Permendag yang kemarin untuk beras Rp 8.300 perkilogram, kalau gabah Rp 5.100 perkilogram, ” terangnya.

Terkait serapan tahun 2020 lalu, menurut Nia, memang belum mencapai target. Yang mampu diserap sebesar 79 persen. Hal ini karena pada awal pengadaan, masih banyak sisa stok tahun 2019 dan tahun 2018. Stok tersebut bisa mencapai sampai kebutuhan 32 bulan. Jadi di awal tahun kelebihan stok.

Selain itu, saat awal panen di bulan Maret-April juga bersamaan dengan pandemi covid-19. Itu juga mempengaruhi, di mana mitra-mitra kerja bulog buruhnya tidak tersedia dari biasanya. Karena memang banyak yang dari luar Sumbawa.(ind)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional