Target Serapan Beras di NTB Tetap 70.000 Ton

Pengadaan beras dan gabah. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah melalui Perum Bulog menargetkan serapan beras untuk tahun 2020 ini di NTB masih tetap seperti target tahun 2020, 70.000 ton. Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis kepada Suara NTB di Mataram, Kamis, 7 Januari 2021 mengatakan, tahun 2020, target pengadaan beras dari hasil pertanian di NTB sebesar 70.000 ton. Pencapaian serapannya sebesar 80 persen.

“Tahun ini tetap juga target kepada kita, 70.000 ton,” jelas Muis. Proyeksi capaian tahun ini masih memungkinkan. Apalagi musim tanam lebih awal dimulai karena curah hujan yang cukup mendukung. Lahan-lahan yang ada punya potensi untuk ditanami dengan kecukupan air. Harapannya, tahun ini dapat dilampaui target pengadaan berasnya.

Untuk itu, Bulog Wilayah NTB dalam melakukan serapan, baik gabah ataupun beras dengan memaksilkan peran mitra-mitranya, dan kelompok-kelompok tani. Bulog akan all out melakukan pembelian di lapangan. “Harapan kita petani juga menjual gabah dan berasnya ke Bulog untuk mendukung pemerintah mengamankan dan menhaga stabilitas harga beras di masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah pada tahun ini melakukan kembali penyesuaian harga jual pupuk subsidi. Untuk pupuk jenis Urea, dinaikkan menjadi Rp2.250/Kg, SP36 Rp2.400/Kg, ZA Rp1.700/Kg, NPK Rp2.300/Kg, NPK Formula Khusus Rp3.300/Kg, Organik Granul Rp800/Kg dan Organik Cair Rp20.000/liter. Kenaikan pupuk ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga beras dan gabah di tingkat petani, pun kenaikan harga beli pemerintah.

Abdul Muis menjelaskan, sejauh ini belum ada ketentuan dari pemerintah untuk menyesuaikan kembali harga pembelian gabah dan beras tahun 2020. Artinya, masih menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang lama. Harga pembelian gabah kering panen di petani dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp4.200 per kilogram. Sedangkan gabah kering dengan kualitas sama di penggilingan seharga Rp4.250 per kilogram.

Adapun, harga pembelian gabah kering giling dalam negeri di penggilingan dengan kualitas kadar air paling tinggi 14% dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 3% sebesar Rp5.250 per kilogram. “Kita masih gunakan standar harga pemerintah yang berlaku. Belum ada harga baru,” demikian Muis. (bul)