Target Serapan Beras Bulog Tidak Terpenuhi

Kurnia Rahmawati. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Target serapan setara beras oleh Perum Bulog Sub Divre Sumbawa tahun 2020 tidak terpenuhi. Hingga 22 Desember lalu, realisasi serapan mencapai 15.485 ton atau sekitar 79,47 persen dari target 19.487 ton.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Kurnia Rahmawati, S.TP membenarkan tidak terpenuhinya target serapan. Kondisi ini lantaran puncak  panen di Sumbawa bersamaaan dengan pandemi covid-19. Mitra kerja pengadaan banyak yang tidak optimal dalam penyerapan, karena  kekurangan buruh dan operator di penggilingan yang sebagian besar berasal dari luar Sumbawa. Kemudian harga di lapangan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selain itu, over stock tahun 2019 sehingga mitra kerja masih melakukan giling gabah pengadaan tahun 2019 di tahun 2020.  Meskipun demikian, ketersediaan beras yang ada, bisa mencukupi hingga belasan bulan ke depan. “Sekarang stok setara beras sebanyak 8.500 ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan 14 bulan ke depan,” ujarnya, Rabu, 23 Desember 2020.

Pihaknya berharap di tahun 2021 mendatang tanam dan panen padi di Sumbawa berhasil baik dari segi kualitas dan kuantitas. Sehingga Bulog Sumbawa dapat melakukan penyerapan gabah dan beras lebih optimal dengan manajemen stok yang lebih baik. Serta fungsi bulog dalam ketersediaan, stabilisasi harga dan keterjangkauan dapat terlaksana dengan baik.(ind)