Target Serapan Beras Bulog Sumbawa Tak Terpenuhi

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Lalu Tawang (Suara NTBind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Perum Bulog Sub Divre Sumbawa tidak bisa memenuhi target serapan setara beras di tahun 2018 ini. Pasalnya, memasuki akhir tahun, bulog setempat baru mampu menyerap sekitar 77 persen lebih dari target yang ditentukan.

 

Iklan

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Drs. Lalu Tawang kepada wartawan, Kamis, 13 Desember 2018 menyebutkan, pihaknya ditargetkan menyerap 40.500 ton setara beras tahun ini. Namun hingga kini yang sudah tercapai baru sebesar 31.196 ton atau sekitar 77 persen lebih dari target. Target tersebut tidak akan bisa tercapai hingga akhir tahun ini, karena sudah melewati musim panen. “Tidak tercapai target setara beras. Saya rasa sampai akhir tahun target juga tidak akan terpenuhi. Disamping panen sudah tidak ada, panen juga kecil. Itupun diserbu oleh pembeli,” ujarnya.

 

Menurutnya, tidak terpenuhinya target karena harga pembelian di lapangan lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP). Dimana sesuai HPP untuk beras Rp 8.030 perkilogram, gabah kering giling Rp 5.115 perkilogram. Sementara di luar, harga beras mencapai sekitar Rp 9.000 perkilogram. Begitupula harga gabah yang juga lebih tinggi. “Salah satu penyebabnya karena harga sudah tinggi juga. Harganya di luar lebih tinggi atau di atas HPP,” jelasnya.

 

Meskipun demikian, realisasi serapan tahun ini lebih tinggi dari tahun 2017 lalu. Tahun lalu hanya bisa menyerap sebanyak 31.169 ton setara beras, sedangkan sekarang sebanyak 31.196 ton. Dimana pihaknya bersama mitra sudah berupaya melakukan serapan. “Itulah kemampuan gudang maupun mitra yang ada,” tandas Lalu Tawang.

 

Saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 26 mitra kerja yang membantu pihaknya dalam melakukan serapan. Pihaknya juga memiliki gudang yang berada di empat lokasi, yakni di Lopok, Labuhan Badas, Alas dan Lamusung. Dari serapan yang dilakukan, pihaknya juga sudah melakukan pengiriman beras ke luar daerah seperti NTT, Bali dan beberapa kabupaten di NTB. Sehingga stok beras yang tersisa sekitar 19.563 ton lebih. Jumlah itu bisa mencukupi kebutuhan untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat hingga 53 bulan kedepan. Karena kebutuhan perbulan untuk dua kabupaten tersebut hanya 350 ton perbulan. “Jadi tidak terpenuhinya target, tidak berdampak. Karena stok yang ada bisa untuk konsumsi 53 bulan,” pungkasnya. (ind)