Target Rp150 Miliar dari Gili Trawangan

Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB menargetkan penerimaan pendapatan sebesar Rp150 miliar dari pengelolaan aset seluas 65 hektare di Gili Trawangan. Target tersebut telah dimasukkan dalam APBD-P 2021 yang telah ditetapkan DPRD NTB, beberapa hari lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (17/9) kemarin membenarkan target penerimaan dari pengelolaan aset Gili Trawangan sebesar Rp150 miliar dalam APBD-P 2021. ‘’Itu rencana Rp150 miliar. Nanti realisasinya kita tunggu,’’ katanya.

Iklan

Amry menjelaskan, potensi penerimaan pendapatan dari pengelolaan aset daerah seluas 65 hektare di Gili Trawangan tersebut peluangnya dari kerja sama pemanfaatan aset dengan masyarakat atau pengusaha lokal yang ada di sana. Kemudian juga dari sistem sewa.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset Gili Trawangan pascadilakukan pemutusan kontrak dengan PT. Gili Trawangan Indah (GTI) kata Amry, memang sedang dibahas pola kerja samanya dengan masyarakat yang sudah berusaha di sana. Dengan adanya penetapan target sebesar Rp150 miliar tersebut, artinya ada upaya yang akan dilakukan untuk mencapainya.

‘’Maka dipasangnya target Rp150 miliar itu dua makna. Pertama, spiritnya untuk mendapatkan. Kedua, memang pendapatan itu untuk kita memberi alokasi pada rencana yang ada,’’ jelasnya.

Ketika ditanya apakah itu potensi yang riil, Amry mengatakan potensinya bisa lebih besar dari target tersebut. “Cuma kan itu dulu kita pasang. Dengan luas 65 hektare itu, kalau disewa, nanti sewanya nanti di sana per are. Cuma, mekanismenya seperti apa, ini yang sedang dicari bentuknya,” terangnya.

Mantan Kepala Bappeda NTB ini mengatakan target pendapatan sebesar Rp150 miliar dari aset di Gili Trawangan akan masuk dalam lain-lain PAD yang sah. Di mana, saat ini, pola kerja samanya sedang dibahas oleh Pemprov NTB. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional