Target Retribusi Parkir di Mataram Naik 400 Persen

Seorang juru parkir di area Parkir Cakranegara sedang menjaga kendaraan, Jumat, 31 Januari 2020. Dishub kota Mataram menaikkan target retribusi pajak parkir di Mataram sebesar 400 persen untuk tahun 2020 ini. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Target pajak retribusi parkir di Mataram tahun 2020 naik sebesar 400 persen dari tahun sebelumnya. Padahal, pajak retribusi parkir untuk tahun 2019 tak mencapai target. Dari target pajak retribusi parkir sebesar Rp5 miliar, hanya bisa tercapai 40 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Saleh mengatakan, target pajak parkir tahun 2020 di Mataram naik menjadi Rp25 miliar dari Rp5 miliar pada tahun 2019. Kenaikan itu dinilai karena amanat Perda kota Mataram harus terpenuhi.

Iklan

“Sesuai amanat Perda, kita target brutonya sebesar Rp25 miliar. Sedangkan untuk nettonya sekitar Rp7,5 miliar,” katanya, Jumat, 31 Januari 2020.

Dijelaskan Saleh, Dishub Kota Mataram tengah berupaya menerapkan setor bruto untuk mencapai target retribusi pajak parkir ke semua Juru Parkir (Jukir) di Mataram. Nanti, semua Jukir tak lagi setor bruto sebulan sekali.

“Semua Jukir kita mulai setor bruto setiap hari. Berapa pendapatan Jukir hari itu, harus disetor hari itu juga,” katanya.

Strategi lain untuk menaikkan target pajak parkir kata Saleh, Dishub kota Mataram meminta kepada semua Jukir memiliki rekening untuk penerimaan insentif. Untuk itu, semua Jukir di Mataram harus memiliki rekening secara mandiri.

“Kita usahakan semua Jukir punya rekening. Sehingga yang tadinya di lapangan ada Jukir utama dan jukir ke dua, itu tidak lagi berlaku. Semua Jukir itu statusnya sama,” katanya.

“Tapi untuk kepemilikan rekening ini kita minta bertahap dulu. Semua Jukir pasti kita minta untuk membuat rekening tentunya. Apalagi Jukir di pasar. Semua harus punya, karena kalau punya rekening potensi untuk menaikkan retribusi ini pasti tercapai,” tegasnya.

Ia mengakui potensi pendapatan dari pajak retribusi pakir di Mataram bisa naik secara perlahan. Apalagi, beberapa lokasi dan beberapa Jukir sudah dilakukan uji petik. “Karena banyak yang out off control, makanya kita lakukan uji petik kemarin,” papar Saleh.

Uji petik yang dimaksud di antaranya ialah pengukuran luas lahan parkir yang tersedia, dan daftar pengelola atau juru parkir, serta prakiraan jumlah retribusi parkir yang masuk dalam sehari.

Akan tetapi, untuk area parkir di Pantai Ampenan, sampai saat ini Dishub kota Mataram belum bisa melakukan uji petik. “Kita belum bisa menerapkan strategi tersebut di sana. Tetapi, secara perlahan kita akan lakukan. Kita tetap akan benahi secara bertahap semuanya,” tutupnya. (viq)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional