Target Pembelian Tembakau Virginia 23 Ribu Ton

Petani pengomprong tembakau sudah ada yang mulai panen dan mengomprong tembakaunya. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Hingga saat ini, terdaftar 11 perusahaan yang siap membeli tembakau omprongan virginia. Jumlah perusahaan ini berkurang dibanding sebelumnya 19 perusahaan. Adapun target pembelian tahun ini sekitar 23 ribu ton. Target ini jauh lebih kecil dibanding realisasi pembelian tahun lalu yang tembus 28 ribu ton krosok.

“Kita tidak tahu, menurunnya ini apakah karena tidak ada uang atau masih ada stoknya,” terang Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim, H. Masri. Kepada Suara NTB, Kamis, 6 Agustus 2020, dia menjelaskan, sesuai informasi di lapangan tampak akan terjadi penurunan produksi dan pembelian.

Iklan

Perusahaan juga menurunkan target pembelian. Pihanya belum memastikan apakah target 23 ribu ton tersebut akan terlampaui. “Nanti kita lihat realisasinya, kan belum mulai beli sekarang,” ujarnya.

Target tersebut bisa saja terlampaui, karena yang pembeli-pembeli kecil tidak kita ketahui kemungkinannya ke depan. Tidak diketahui juga ada yang melakukan praktik pembelian secara diam-diam.

Musim tanam tahun 2020 ini kata Masri masih tetap didominasi mitra. Perusahaan yang bermitra langsung dengan para petani. Sedangkan petani swadaya dinilai tidaklah terlalu banyak. “Swadaya itu hanya beberapa persen saja,” ucapnya.

Diakui saat musim tanam 2019 lalu sempat ramai soal petani swadaya. Hal ini terjadi karena banyak produksi petani dari Lombok Tengah yang masuk, sehingga petani swadaya dari Lotim tidak dapat jatah. Saat ini sudah ada pembelian dari Loteng, sehingga diyakini tidak akan sampai terjadi tuntutan massal lagi. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here