Target Partisipasi Aktif Pilkada Kota Mataram 77,5 Persen

M. Husni Abidin. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Desk Pilkada 2020 Kota Mataram mematok angka partisipasi aktif pemilih dapat mencapai persentase 77,5 persen. Jumlah tersebut menyesuaikan dengan pontensi dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung.

Ketua KPUD Kota Mataram, M. Husni Abidin, menerangkan pihaknya sampai saat ini masih optimis angka partisipasi pemilih dapat mencapai target. Terutama dengan sosialisasi yang mulai digalakkan sejak beberapa waktu belakangan.

Iklan

“Kita sekarang sedang upayakan, karena covid ini, kita ramaikan dengan baliho, dengan pemberitaan di media online dan cetak. Kita maksimalkan dulu sosialisasi di situ,” ujar Husni dikonfirmasi, Minggu, 9 Agustus 2020. Selain itu, pihaknya sampai saat ini masih melihat perkembangan untuk penyesuaian sosialisasi tatap muka Pilkada 2020.

Diterangkan, target partisipasi aktif di Kota Mataram memang disesuaikan dengan target secara nasional. “Mudah-mudahan bisa lebih di Kota Mataram,” jelasnya.

Di sisi lain, daftar penduduk potensi pemilih pemilihan (DP4) dalam Pilkada 2020 di Kota Mataram tercatat sebanyak 321 orang pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah tersebut mengalami pengurangan jumlah DP4 yang turun dari pusat sebanyak 327 ribu pemilih.

“Yang turun 327 ribu, tapi hasil sinkron di KPU yang meninggal sudah kita keluarkan. Yang turun yang dicoklit (pencocokan dan penelitian) itu sekitar 321 ribu. Setelah dicoklit nanti bisa berkurang lagi, bisa bertambah,” ujar Husni.

Di luar dari DPT tersebut, pihaknya juga mencatat adanya potensi pemilih pemula. Di mana berdasarkan data yang diterima dari Dukcapil Kota Mataram jumlah penduduk yang berumur 17 tahun pada 9 Desember mendatang mencapai 3.000 orang lebih.

Kendati demikian, angka partisipasi pemilih pemula diperkirakan tidak akan terlalu besar. Mengingat alat kelengkapan seperti KTP yang belum dimiliki oleh masing-masing pemilih pemula.

Untuk itu, pihaknya telah berkooridinasi dengan Dukcapil Kota Mataram. Kaitannya dengan pencetakan KTP kilat, maupun pengurusan surat keterangan pengganti lainnya untuk meningkatkan angka partisipasi di Pilkada 2020.

“Mereka (pemilih pemula, Red) KTP belum punya. Dukcapil sudah siap mencetakkan KTP, tapi memungkinkan tidak mendapatkan KTP di hari-H itu masalahnya. Surat Keterangan (Suket) bisa dibawa, yang penting pemilih pemula berumur 17 tahun di 9 Desember bisa memilih,” tandas Husni. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here