Target Pajak Daerah 2018 Terlampaui

Realisasi PKB dan BBNKB hingga 31 Desember 2018 yang melampaui target. (Suara NTB/Bappenda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Gempa beruntun yang mengguncang NTB beberapa bulan lalu tak berdampak terhadap capaian realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2018. Realisasi PKB dan BBNKB hingga Desember di atas 100 persen.

‘’PKB dan BBNKB melampaui target,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, Ir. H. Iswandi, M. Si kepada Suara NTB, Senin, 31 Desember 2018.

Iklan

Ia menjelaskan dari Rp362 miliar target PKB tahun 2018, terealisasi 106,9 persen atau Rp387 miliar lebih. Realisasi PKB melebihi target  sebesar Rp25 miliar lebih. Hal ini menunjukkan, meskipun NTB dilanda bencana gempa pada tujuh kabupaten/kota, dengan langkah dan strategi yang tepat, gangguan dampak gempa dapat diatasi dengan cepat.

‘’Sehingga sampai akhir tahun, penerimaan pajak  kita masih sangat baik bahkan melampaui target,’’ ujar Iswandi.

Begitu juga dengan realisasi BBNKB yang menggambarkan kondisi ekonomi daerah. Dari target sebanyak Rp350 miliar pada 2081, realisasinya sampai Desember sebesar  Rp357 miliar atau 101,9 persen. Realisasi BBNKB melebihi target sekitar Rp7 miliar.

‘’Ini menggambarkan kondisi ekonomi kita sudah pulih. Karena BBNKB ini menggambarkan pembelian kendaraan baru. Di seluruh kabupaten/kota, hanya tiga wilayah yang capaiannya di bawah 100 persen. Yakni Dompu, Mataram dan Raba. Tapi ternyata di Tanjung pembelian kendaraan melampaui target,’’ ucapnya.

Iswandi mengatakan capaian BBNKB yang melampaui target disebabkan pemulihan pascagempa yang dilakukan pemerintah daerah dengan cepat. Sehingga pembelian kendaraan baru masih ada.

Melihat capaian PKB dan BBNKB tahun 2018, Iswandi optimis target-target 2019 optimis akan tercapai. Dengan langkah-langkan dan terobosan yang dilakukan, ia mengatakan capaian 2019 akan tercapai lebih baik dari tahun 2018.

‘’Dengan layananan yang lebih mudah, cepat, Samsat Delivery, perluasan layanan yang menjangkau desa-desa. Kita akan mengintensifkan layananan Samsat Delivery ini,’’ katanya.

Untuk wajib pajak yang menunggak cukup lama, kata Iswandi akan dilakukan imbauan terus menerus kepada masyarakat. Jika tak diindahkan maka akan dilakukan penagihan secara paksa.

Namun ia mengatakan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk melakukan daftar ulang. Tahun lalu, jumlah kendaraan yang melakukan daftar ulang sebanyak 711 ribu unit. Sedangkan pada 2018, jumlah daftar ulang mencapai 745 ribu kendaraan.

‘’Berarti ada 34 ribu penambahan jumlah daftar ulang. Jadi ini mengalami peningkatan cukup signifikan,’’ jelasnya.

Iswandi menambahkan, meningkatnya  realisasi PKB dan BBNKB menunjukkan bahwa layanan semakin mudah, cepat, luas dan merata di semua wilayah. Selain itu penghapusan denda dinilai juga berpengaruh. Meskipun Pemda tak mendapatkan penerimaan dari denda.

‘’Meskipun kita tak mendapat denda, tapi berpengaruh terhadap semakin banyaknya daftar ulang,’’ katanya.

Iswandi mengatakan, Bappenda akan menjaga performance yang baik tahun 2018. Tentunya dengan  strategi baru sesuai perkembangan atau  dinamika masyarakat. (nas)