Target NTB Zero Waste Baru Tercapai Dua Persen

Madani Mukarom (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengurangan dan penanganan sampah yang menjadi target program unggulan NTB Zero Waste diakui memang cukup berat. Tahun 2020, Pemprov menargetkan pengurangan sampah sebesar 15 persen, namun sampai awal Juli baru tercapai 2  persen.

‘’Pengurangan sampah yang agak berat sekarang ini. Sampai bulan ini pengurangan sampah kurang lebih baru dua persen dari target 15 persen,’’ ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi Suara NTB di Kantor Gubernur, Kamis, 2 Juli 2020.

Iklan

Ia mengatakan, untuk mengejar target pengurangan sampah memang agak berat. Tahun 2019 lalu, Dinas LHK menargetkan pengurangan sampah sebesar 10 persen. Namun hanya tercapai 8,6 persen atau hampir 9 persen.

Rendahnya capaian pengurangan sampah, kata Madani akibat pandemi Covid-19. Di mana, bank sampah yang menjadi andalan pengurangan sampah di hulu sekarang masih banyak yang tiarap. Karena ada kekhawatiran atau kecemasan dari pengelola bank sampah soal penyebaran virus Corona.

Sesuai roadmap atau peta jalan NTB Zero Waste 2019-2023, Pemprov memasang target ambisius pengurangan sampah mencapai 30 persen pada 2023. Dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada 2023.

Untuk mencapai target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada 2023. Pemprov sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 14 Tahun 2020 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Dalam Pengelolaan Sampah.

Madani menjelaskan, Jakstrada Pengelolaan Sampah tingkat provinsi tersebut memuat target pengurangan dan penanganan sampah masing-masing kabupaten/kota di NTB setiap tahun.

‘’Tahun sekian penanganan sampah berapa, pengurangan berapa. Itu yang kita kejar. Walaupun pada kenyataannya pengurangan sampah belum sampai ke situ. Kita usahakan di mana yang perlu perbaikan atau penambahan sehingga mencapai target tadi,’’ terang Madani.

Dalam Jakstrada Pengelolaan Sampah 2019 – 2025, pengurangan sampah ditargetkan sebesar 20 persen pada 2019. Kemudian pada 2020 sebesar 22 persen, tahun 2021 sebesar 24 persen, tahun 2022 sebesar 26 persen, tahun 2023 sebesar 27 persen, tahun 2024 sebesar 28 persen dan tahun 2025 sebesar 30 persen.

Sedangkan untuk penanganan sampah pada 2019 ditargetkan 35 persen, tahun 2020 sebesat 40 persen, tahun 2021 sebesar 45 persen, tahun 2022 sebesar 51 persen. Selanjutnya tahun 2023 sebesar 57 persen, tahun 2024 sebesar 64 persen dan tahun 2023 sebesar 70 persen.

Data Dinas LHK NTB, proyeksi timbulan sampah per hari di NTB dari sisa makanan sebanyak 1.129,81 ton, plastik 385,16 ton, kayu/ranting/daun 333,18 ton, kertas 282,45 ton, lainnya 205,42 ton. Kemudian kain/tekstil 77,03 ton, logam 51,35 ton, karet/kulit 51,35 ton, kaca 51,35 ton. Proyeksi total timbulan sampah di NTB sebanyak 2.567,74 ton per hari.

Sedangkan jumlah bank sampah di NTB pada 2019 lalu sebanyak 372 unit. Terdiri dari 124 bank sampah binaan Dinas LHK NTB, 202 bank sampah usaha BUMDes dan 46 bank sampah mandiri. Tersebar di Lombok Utara 15 unit, Kota Mataram 20 unit, Lombok Barat 72 unit, Lombok Tengah 57 unit, Lombok Timur 128 unit, Sumbawa Barat 7 unit, Sumbawa 21 unit, Dompu 14 unit, Bima 35 unit dan Kota Bima 3 unit. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here